Category Hidup Sehat

Susu Rendah Lemak

Susu rendah lemak memiliki perbedaan kandungan nutrisi dengan susu biasa

Ada berbagai cara agar seseorang dapat menurunkan berat badan. Salah satu cara yang perlu diterapkan adalah mengkonsumsi makanan sehat. Ada banyak makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi, salah satunya termasuk susu rendah lemak.

Susu rendah lemak bisa menjadi susu alternatif dari susu biasa jika Anda ingin menurunkan berat badan. Susu tersebut tentunya memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan susu biasa.

Susu rendah lemak tidak hanya dapat menurunkan berat badan, namun juga dapat menyehatkan jantung Anda. Susu rendah lemak juga merupakan salah satu minuman yang mengandung banyak nutrisi.

Kandungan Pada Susu Biasa dan Susu Rendah Lemak

Menurut Dietary Guidelines for Americans melalui sebuah laporan, susu biasa dan susu rendah lemak mengandung nutrisi dan mineral sebagai berikut:

  • Kalsium.
  • Fosfor.
  • Vitamin A.
  • Vitamin B12.
  • Vitamin D.
  • Riboflavin.
  • Protein.
  • Kalium.
  • Seng.
  • Kolin.
  • Magnesium.
  • Selenium.

Yang membedakan antara susu biasa dengan susu rendah lemak adalah susu biasa mengandung nutrisi sebagai berikut:

  • 146 kalori.
  • 276 gram kalsium.
  • 7,9 gram lemak.
  • 4,6 gram lemak jenuh.
  • 7,9 gram protein.
  • 12,8 gram karbohidrat.
  • 183 mg omega-3.
  • 97,6 IU vitamin D.

Susu rendah lemak mengandung nutrisi sebagai berikut:

  • 102 kalori.
  • 290 mg kalsium.
  • 2,4 gram lemak.
  • 1,5 gram lemak jenuh.
  • 8 gram protein.
  • 12,7 gram karbohidrat.
  • 9,9 mg omega-3.
  • 127 IU vitamin D.

Susu rendah lemak memiliki keunggulan dalam kandungan kalsium, protein, dan vitamin D dibandingkan dengan susu biasa, sedangkan susu biasa lebih unggul dalam kandungan nutrisi lain yang disebutkan di atas, dalam jumlah takaran yang sama.

Kandungan asam lemak omega-3 mampu menyehatkan tubuh manusia, dan kandungan yang ada pada susu biasa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan susu rendah lemak. Oleh karena itu, susu biasa jauh lebih unggul dalam memberikan kesehatan bagi tubuh seperti kesehatan jantung dan menurunkan risiko kanker.

Manfaat Susu Rendah Lemak

Meskipun demikian, susu rendah lemak dapat Anda konsumsi, karena susu tersebut memberikan manfaat sebagai berikut bagi tubuh:

  • Meningkatkan kesehatan tulang

Susu rendah lemak mengandung kalsium, vitamin D, dan fosfor yang tinggi sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tulang manusia. Hal tersebut juga dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis.

  • Mengurangi risiko berbagai penyakit

Manfaat lain yang diperoleh dari susu rendah lemak adalah dapat mengurangi risiko berbagai penyakit seperti obesitas. Susu rendah lemak mengandung 8 gram protein yang bermanfaat bagi tubuh manusia.

Protein whey dan kasein dalam susu tersebut terdapat kandungan asam amino esensial yang diperlukan tubuh setiap hari. Selain itu, menurut sebuah ulasan dalam Obesity Review, protein whey pada susu rendah lemak memiliki berbagai manfaat berupa penurunan risiko obesitas, menjaga kadar gula darah, meningkatkan metabolisme tubuh, mempertahankan massa otot tanpa lemak, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol jahat, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Efek Samping

Susu rendah lemak dapat memberikan kesehatan bagi tubuh. Oleh karena itu, susu rendah lemak merupakan salah satu minuman sehat yang bisa menjadi pilihan Anda jika Anda ingin diet. Meskipun demikian, Anda juga perlu ketahui bahwa susu rendah lemak memiliki efek samping seperti jerawat.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2016 menunjukkan bahwa susu rendah lemak dapat menimbulkan jerawat pada orang dewasa. Hal tersebut disebabkan karena susu tersebut dapat mempengaruhi hormon manusia, termasuk hormon insulin. Meskipun demikian, perlu penelitian lebih lanjut terkait dengan masalah tersebut.

Read more

Cara Mudah Membuat Susu Jahe

Tubuh lebih rentan terkena penyakit ketika memasuki musim dengan curah hujan yang tinggi, susu jahe menjadi salah satu bahan untuk memperkuat sistem ketahanan tubuh. Dengan mengonsumsi minuman ini, seseorang tak hanya akan terhindar dari flu tetapi juga membuat tubuh terjaga dari ancaman berbagai ancaman penyakit.

Untuk bisa mengonsumsi minuman ini, seseorang bahkan tidak perlu membelinya di luar seperti misalnya di angkringan. Minuman jahe dengan campuran susu dapat dibuat secara mandiri, bahan-bahan pembuatan yang mudah di dapatkan. Jahe dan susu bisa didapatkan dengan mudah baik di pasaran atau juga di warung.

Bahan Susu Jahe

Minuman ini sangat digemari di Jawa Tengah, selain itu minuman ini bisa disediakan baik dalam keadaan hangat dan panas. Selain itu, tak hanya susu yang dapat menjadi bahan campuran minuman jahe seperti kopi, teh, kunyit hingga asam Jawa. Selain itu, cara membuat minuman ini juga sangat mudah dan bisa dilakukan di rumah.

Jahe memiliki kandungan gingerol dan fenol yang memiliki sifat antinyeri, fungsinya adalah meredakan rasa sakit. Salah satu jenis rempah ini juga bisa membantu mencegah masuk angin dan mual, namun sebelum membuat susu dengan campuran jahe terdapat bahan pendukung lain yang harus dipersiapkan di antaranya.

  • 1 liter susu segar.
  • 100 gram jahe.
  • 1 butir cengkeh.
  • 50 gram gula merah.
  • 1 cm kayu manis.
  • 4 sendok makan gula pasir.

Cara Membuat

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk membuat minuman ini adalah rebus jahe yang telah dicuci bersih dengan api kecil sambil terus diaduk. Kemudian tambahkan cengkeh dan kayu manis serta gula putih, lalu aduk rata semua rebusan tersebut hingga gula yang terdapat di dalamnya telah larut.

Tunggu hingga gula benar-benar larut, untuk memastikan hal itu bisa dengan mengoreksi rasanya atau mencicipi. Jika belum manis, bisa ditambahkan lagi gula secukupnya sampai rasa manis muncul. Setelah itu, angkat rebusan jahe yang telah direbus dengan susu tadi, sebelum disajikan bisa disaring terlebih dahulu.

Manfaat Susu Jahe

Terdapat beberapa manfaat yang diberikan bahan minuman ini, semuanya berhubungan dengan kesehatan. Mulai dari menangkal serangan penyakit biasa hingga jenis penyakit yang membahayakan bagi nyawa seseorang. Berikut ini beberapa manfaat yang diberikan dari minuman jahe dicampur susu.

  • Tingkatkan Daya Pencernaan

Manfaat kesehatan yang diberikan kandungan jahe untuk tubuh yang pertama adalah meningkatkan sistem pencernaan. Jahe bisa melindungi sistem pencernaan dari sembelit, sakit perut, asma, hingga acid reflux, biasakan konsumsi jahe dengan susu setiap sesudah sarapan di pagi hari.

  • Cegah Osteoporosis

Kandungan jahe yang terdapat dalam minuman ini mampu meningkatkan kekuatan tulang secara alami. Susu mengandung banyak kalsium, kalium dan magnesium kandungan yang mencegah terjadinya kelemahan tulang. Sementara itu, jahe juga berfungsi menangkal infeksi, peradangan dan yang lainnya.

  • Meredakan Sakit Tenggorokan

Minuman ini memiliki manfaat luar biasa bagi seseorang dalam meredakan sakit tenggorokan yang biasanya muncul karena hawa dingin kemudian membuat seseorang terserang penyakit seperti flu dan batuk. Infeksi tenggorokan ini secara langsung menyebabkan seseorang kesulitan makan, minum hingga berbicara.

Tak hanya memiliki segudang manfaat kesehatan dengan rasa yang enak tetapi minuman ini juga mempunyai aroma yang menggugah selera. Namun juga perlu diperhatikan dalam pembuatan minuman ini karena jika pembuatannya asal maka khasiat yang terdapat di dalamnya juga tidak akan didapat.

Read more

Operasi Hernia Inguinalis Meninggalkan Dilema bagi Para Pria

Hernia adalah salah satu penyakit yang umum terjadi di Indonesia. Sedangkan para pria cenderung mengalami hernia inguinalis atau istilah populernya adalah turun berok. Hampir selalu kondisi itu akan berujung pada operasi. Masalahnya, operasi hernia inguinalis begitu dilematis bagi para pria.

Melalui berbagai penelitian, pria yang melakukan prosedur operasi hernia inguinalis akan mengalami disfungi seksual atau kondisi di mana mereka tak lagi bisa berhubungan seksual. Efek samping lain, walau tidak semenakutkan yang pertama dan tetap merupakan suatu mimpi buruk adalah, mereka akan mengalami rasa sakit saat buang air kecil atau sepanjang mereka bersanggama.

Hernia inguinalis atau turun berok adalah satu kondisi di mana usus atau jaringan dalam perut menjulur keluar lewat area dinding perut yang lemah, dalam hal ini melalui area inguinal atau selangkangan. Operasi dilakukan untuk memasukkan kembali jaringan yang keluar ke dalam rongga perut sebelum nantinya dokter akan melakukan penjahitan untuk menguatkan dinding atau area yang lemah itu.

Masalahnya adalah, penjahitan itu akan memengaruhi organ-organ seksual yang ada di selangkangan. Oleh karenanya, erat sekali hubungan operasi hernia inguinalis dengan terjadinya disfuksi seksual pada pria.

  • Fakta Terkait Hubungan Operasi Hernia Inguinalis dengan Disfungsi Seksual

Para peneliti telah menganalisis hubungan antara operasi hernia dengan disfungsi seksual terhadap 4.884 orang. Secara keseluruhan, 5,3 persen pria mengalami disfungsi seksual setelah operasi untuk mengatasi hernia inguinalis dan 9 persen pria mengalami nyeri selama aktivitas seksual.

Dalam praktiknya, operasi hernia inguinalis bisa dilakukan dengan dua metode, yakni bedah invasif minimal atau laparoskopi dan operasi terbuka dengan sayatan besar. Dari dua metode itu, laparoskopi atau bedah invasif minimal memiliki persentase gangguan seksual lebih besar ketimbang operasi terbuka. Walaupun kemungkinan merasakan sakit selama berhubungan seksual lebih rendah ketimbang mereka yang memilih operasi terbuka.

Dengan prosedur invasif minimal 7,8 persen pasien mengalami disfungsi seksual dan 7,4 persen memiliki aktivitas seksual yang menyakitkan setelahnya. Sementara dengan operasi “terbuka” yang lebih invasif, sekitar 3,7 persen pasien mengalami disfungsi seksual dan 12,5 persen memiliki aktivitas seksual yang menyakitkan.

Efek samping yang menjadi momok menakutkan bagi para pria itu juga dipengaruhi oleh teknis pembiusan sebelum melaksanakan operasi. Menurut Journal of American College of Surgeons, pria yang mendapat anestesi umum saat operasi terbuka mengalami disfungsi seksual sekitar 1,9 persen. Jumlah itu lebih sedikit daripada pria yang hanya mendapat anestesi lokal, yakni mencapai 6,2 persen.

Akan tetapi, studi ini hanya mengamati aktivitas seksual menyakitkan berdasarkan prosedur operasi yang menggunakan anestesi umum. Dari hasil itu dapat disimpulkan bahwa para pria harus mengetahui akan efek samping dari operasi hernia inguinalis yang akan mereka lakukan.

Kendati angka kemungkinan terjadinya efek samping dari operasi hernia inguinalis cukup besar, ada beberapa prosedur tetap yang akan diberikan dokter agar senantiasa dilakukan oleh pasien. Instruksi terkait hal-hal yang perlu dilakukan selama masa pemulihan itu di antaranya:

  • Boleh melakukan aktivitas ringan setelah pulang dari rumah sakit. Namun pasien perlu menghindari olahraga berlebih dan mengangkat beban berat selama beberapa minggu.
  • Menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan di area perut dan selangkangan. Pasien juga perlu berhati-hati saat mengubah posisi, seperti dari posisi tidur menjadi duduk.
  • Sebisa mungkin, hindari bersin atau batuk yang terlalu keras.
  • Banyak minum air dan mengonsumsi makanan kaya serat untuk mencegah konstipasi.

Dengan kenyataan itu, operasi hernia inguinalis tentu dirasa begitu dilematis terhadap para pria. Jika tidak dioperasi, mereka akan terus merasakan sakit lantaran penyakitnya tidak tertangani dengan baik, tetapi di sisi lain, mereka harus siap dengan segala risiko dan efek samping yang bisa saja mereka terima.

Read more

Apa Penyebab Panic Buying Saat Wabah Terjadi?

Apabila Anda sering membaca koran atau melihat berita seputar wabah COVID-19, panic buying menjadi salah satu topik menarik yang terus menerus terjadi, dan diberitakan, di hampir semua negara. Pada saat awal outbreak coronavirus ini terjadi, orang-orang akan menyimpan banyak persediaan masker dan hand sanitiser.

Saat ini, dengan kondisi pandemi yang semakin memburuk, orang-orang mulai menimbun makanan, minuman, dan bahkan tisu toilet. Hal ini tidak hanya terjadi di negara berkembang saja. Negara-negara maju seperti Amerika, Kanada, Inggris, dan Australia mengalami masalah panic buying yang sama. Orang-orang berlomba-lomba membeli barang-barang sebanyak mungkin, dan tidak jarang menimbulkan perkelahian hanya demi mendapatkan 1 kemasan tisu toilet. Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa panic buying tersebut terjadi?

Panic buying, atau menimbun barang, memang bukanlah sebuah tingkah laku yang patut untuk dicontoh ataupun dilakukan. Namun, hal tersebut dapat dimaklumi mengingat saat orang-orang melihat sebuah krisis sebuah kota, daerah, atau bahkan seluruh negara mengalami karantina. Orang-orang menganggap COVID-19 sebagai sebuah ancaman nyata, yang tidak akan hilang dalam beberapa hari, namun dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Kecemasan tersebut diperparah apabila masyarakat tidak memiliki keyakinan dengan pihak otoritas atau negara dalam mengatasi pandemi tersebut. Informasi yang salah, dilebih-lebihkan, dan menakut-nakuti tentang kondisi pandemi juga menjadi kunci penting mengapa orang melakukan panic buying. Selain itu, panic buying juga bisa disebabkan karena:

  • Dua cara berpikir

Manusia memiliki dua tingkatan dalam mengambil keputusan. Pada level yang paling dasar, keputusan seseorang dapat dimengerti sebagai sebuah interaksi antara pemikiran logis dan pemikiran emosional. Kedua sistem tersebut menggunakan pengerjaan yang berbeda. Pemikiran logis akan menghitung dan menimbang bukti, sementara pemikiran emosional lebih intuitif, cepat, otomatis, dan mudah diakses dalam kesadaran. Pemikiran logis akan berpikir “Tidak, saya tidak perlu beli lebih banyak tisu toilet.” Namun, pemikiran emosional akan berkata “lebih baik aman daripada menyesal di kemudian hari.” Pemikiran emosional manusia lebih selaras dengan penggambaran visual, dan banyak orang sudah sering melihat gambar-gambar orang memakai masker dan APD di sosial media dan berita.

  • Kecemasan antisipatif

Saat ini orang-orang sedang mengalami kecemasan antisipatif. Kecemasan ini terjadi sebelum sebuah kejadian terjadi. Contoh kecemasan antisipatif misalnya Anda merasa khawatir dengan hasil pemeriksaan medis atau sedang mempersiapkan diri sebelum wawancara kerja. Dalam kasus pandemi COVID-19, rasa takut dan cemat tersebut terjadi jauh sebelum infeksi sesungguhnya menyerang.

  • Rasa takut itu menular

Sama halnya dengan virus, rasa takut itu menular dari satu orang ke orang yang lain. Hal ini dapat terjadi meskipun awalnya seseorang tidak memiliki rasa takut sama sekali. Sebagai hasilnya, sekelompok orang yang tadinya tidak tahu satu sama lain dapat merasa bersatu secara emosional. Dalam kasus panic buying, seseorang akan berpikir “karena mereka membeli barang dalam jumlah yang banyak, saya lebih baik melakukannya juga.”

  • Herd mentality

Herd mentality juga merupakan penyebab lain dari panic buying. Sebagai makhluk sosial, kita akan menginterpretasikan bahaya akan suatu hal berdasarkan bagaimana orang lain bereaksi. Saat naluri sosial mulai muncul, orang akan berhenti melakukan penilaian akan suatu hal dan melakukan apapun yang orang lain lakukan. Selain hal-hal tersebut di atas, panic buying juga dapat disebabkan karena adanya rumor dan berita hoax yang menyebar di masyarakat. Informasi yang salah tersebut dapat menyebar dari berita ataupun media sosial.

Read more

Seperti Apa Prosedur Tes Golongan Darah?

Secara umum golongan darah dibagi menjadi delapan tipe yaitu empat tipe golongan darah A, B, AB, dan O yang tiap tipe tersebut dibagi lagi menjadi tipe golongan darah Rhesus positif dan Rgesus negatif. Pembagian golongan darah tersebut bukan tanpa arti dan memiliki makna klinis terutama bagi para pasien yang akan menjalani transfusi darah. Oleh karena itu penting mengetauhi tipe golongan darah dengan melakukan tes golongan darah.

APA PENTINGNYA MENJALANI TES GOLONGAN DARAH?

Proses transfusi darah mengharuskan tipe golongan penerima darah dan pemberi (donor) darah cocok supaya tidak terjadi reaksi transfusi. Reaksi transfusi terjadi akibat ketidakcocokan tipe golongan darah antar penerima dan donor sehingga sistem kekebalan tubuh penerima transfusi mengganggap darah donor sebagai benda asing.

Reaksi transfusi ditandai dengan gejala klinis yang berbahaya seperti demam, tekanan darah rendah, sesak, nafas pendek, nadi cepat, mengi, gelisah, muntah, dan urine berwarna merah. Meskipun telah dilakukan studi dan diketauhi bahwa di Indonesia dan benua Asia mayoritas penduduknya memiliki golongan darah Rhesus positif, tes golongan darah mutlak dilakukan untuk menghindari terjadinya reaksi transfusi.

BAGAIMANA PROSEDUR TES GOLONGAN DARAH DILAKUKAN?

Tes golongan darah tidak memerlukan persiapan khusus bagi penderitanya. Tes golongan darah termasuk salah satu tes yang mudah, cepat, dan memiliki risiko yang cukup ringan. Risiko atau efek samping yang dapat terjadi selama prosedur tes golongan darah adalah perdarahan, kemerahan / bengkak, dan infeksi lokal pada lokasi pengambilan darah. Secara garis besar berikut adalah langkah-langkah yang ditempuh selama menjalani tes golongan darah:

  1. Dokter akan menjelaskan prosedur dan kemudian mengambil sedikit darah Anda dari pembuluh darah di bagian ujung jari atau dari pembuluh darah di bagian lengan.
  2. Darah kemudian akan dicampur dengan antibodi yang akan bereaksi dengan golongan darah tipe A dan tipe B. Reaksi dikatakan positif bila terjadi penggumpalan dari darah yang tercampur.
  3. Setelah itu darah juga akan diproses dan kemudian dicampur dengan antibodi Rhesus yang bila terjadi penggumpalan maka darah tersebut disebut sebagai Rhesus positif.
  4. Dokter akan menginformasikan hasil tes golongan darah dan merekomendasikan tipe golongan darah yang mana yang sesuai dan aman bila Anda berencana melakukan transfusi darah dalam waktu dekat.
Read more

Efek Samping dari Lo Han Kuo

Manfaat lo han kuo buah yang jadi obat tradisional bagi masyarakat di China.

Lo Han Kuo atau nama ilmiahnya disebut dengan Momordiace Grosvenori adalah salah satu obat tradisional yang secara turun-temurun telah digunakan oleh banyak masyarakat di China. Bukan tanpa alasan karena manfaat Lo Han Kuo bagi kesehatan yang sangat banyak, selain itu cara penggunaannya juga mudah.

Obat ini biasanya juga disebut dengan Monk Fruit, salah satu nama yang didapat dari kepercayaan biksu Buddhist. Bukan tanpa alasan juga mengapa disebut dengan nama demikian, hal ini dikarenakan orang-orang pertama yang mengonsumsi dan menggunakan obat ini berasal dari para biksu Buddhist tersebut.

Manfaat Lo Han Kuo

Mengonsumsi obat ini ternyata memiliki dampak terhadap kesehatan tubuh, karena itulah mengapa Lo Han Kuo dijadikan sebagai sarana pengobatan alternatif. Salah satu yang paling dikenal adalah konsumsi Lo Han Kuo bisa digunakan sebagai penambah sukrosa yang terdapat di dalam tubuh manusia.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, produk-produk pengobatan yang dihasilkan dari Lo Han Kui bisa digunakan sebagai solusi untuk mengobati beberapa jenis gejala penyakit, seperti batuk, sputum, asma, bronkitis bahkan juga bisa untuk menangani obesitas. Namun demikian, berbeda dengan pengobatan alternatif China.

Obat-obatan di China khususnya tradisional yang menggunakan Lo Han Kuo sebagai bahan difungsikan sebagai pereda rasa sakit yang menjalar di saluran pernapasan dan emollient, sehingga ampuh untuk menangani batuk kering, sakit tenggorokan hingga rasa haus yang sangat alias kondisi dehidrasi.

Dosis Pemakaian

Sebagai obat alternatif, pemakaian Lo Han Kuo tidak boleh sembarangan alias harus sesuai dengan dosis. Dalam menentukan dosis ini juga memerlukan pertimbangan berupa faktor-faktor yang terdapat pada pasien atau calon pengonsumsi, seperti umur, kesehatan hingga kondisi lain yang mencerminkan keadaan pasien.

Buah dari tanaman Lo Han Kuo bisa dikonsumsi dalam porsi normal, selain itu juga bisa diolah terlebih dahulu seperti dibuat teh hingga sup. Namun, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan demi keamanan yang mengonsumsi perlu adanya saran dari dokter atau petugas medis lain seperti perawat.

Hal itu dilakukan guna mendapatkan panduan profesional, perlu diketahui bahwa Lo Han Kuo tidak direkomendasikan dikonsumsi oleh anak, ibu hamil atau ibu yang sedang menyusui. Menyusul belum ada bukti ilmiah atau dari penelitian lebih lanjut mengenai efek yang ditimbulkan ketika beberapa orang dalam kondisi tertentu mengonsumsi tanaman ini.

Efek Lo Han Kuo

Manfaat baik Lo Han Kuo bisa didapat bagi kesehatan tubuh si pemakainya, jika digunakan secara tepat dan telah melalui pengawasan medis yang benar. Meski demikian, konsumsi Lo Han Kuo juga memiliki efek samping akibat satu alasan atau hal lainnya. Sebuah penelitian menunjukkan pemakaian dengan dosis yang tinggi menimbulkan efek negatif bagi tubuh.

Terlepas dari itu penggunaan bahan ini sebagai obat dalam jumlah normal disebut aman bagi manusia. Selain manfaat Lo Han Kuo, perlu diketahui bahwa pemakaian produk herbal tanpa pengawasan ahli atau profesional dapat menimbulkan efek tidak baik terhadap kondisi tubuh seseorang.

Gunakan bahan ini dengan bijak dan pertimbangkan pula efek samping yang akan dialami ketika memutuskan untuk mengonsumsi bahan ini. Apabila kondisi kesehatan semakin menunjukkan tidak adanya peningkatan untuk sembuh dari kondisi tertentu karena penyakit setelah konsumsi Lo Han Kuo segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter agar mendapat penanganan medis lebih lanjut.


Read more

Manfaat Menulis untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Manfaat menulis untuk kesehatan mental
Sumber: dribbble.com by Renee Fleck

Baik di kertas, komputer, maupun layar handphone, hampir semua orang menulis setiap harinya. Jika Anda coba menghitung waktu yang digunakan untuk menulis pesan singkat, surat elektronik, jadwal harian, bahkan mungkin daftar belanjaan, Anda mungkin akan terkejut menyadari betapa tergantungnya Anda tulisan. Sebagai alat bantu, tulisan hampir selalu ada dalam keseharian, sampai kita tidak lagi memperhatikan proses penulisan itu sendiri. Padahal manfaat menulis sangat besar, lebih dari sekadar alat yang memudahkan aktivitas. 

Terlepas dari perannya sebagai alat bantu dalam aktivitas harian, tulisan banyak digunakan sebagai bagian dari terapi oleh para ahli kejiwaan. Tentu saja tulisan yang digunakan dalam terapi bukan jenis tulisan seperti jadwal kegiatan atau daftar belanjaan, melainkan tulisan ekspresif. Prosesnya sendiri dikenal dengan menulis ekspresif atau expressive writing. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang psikolog berkebangsaan Amerika, James W. Pennebaker, pada era 80-an. 

Menulis ekspresif berarti menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam kata-kata. Cara ini ternyata dapat memberikan dampak yang sangat kuat bagi kesehatan mental seseorang. Sesuai dengan namanya, menulis ekspresif fokus pada proses mengekspresikan dan menggambarkan pengalaman emosi, sehingga tata cara penulisan, aturan kata baku dan tidak baku, dapat dikesampingkan. 

Telah lebih dari 30 tahun, berbagai penelitian dilakukan untuk membuktikan bahwa   menulis bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Berikut ini manfaat menulis bagi kesehatan mental Anda. 

1. Meningkatkan proses pemulihan

Pemulihan yang dimaksud adalah pemulihan dari peristiwa traumatis atau kenangan yang buruk. Peristiwa-peristiwa yang berbahaya, mengejutkan, atau menakutkan, dapat menimbulkan trauma pada diri orang yang mengalaminya. 

Saking buruknya suatu peristiwa, kadang seseorang mengalami kesulitan untuk berdamai dengan kenangan pahit yang dialaminya. Seiring berjalannya waktu, orang tersebut bukannya mampu melanjutkan hidup dan melupakan kenangan tersebut, justru kenangan pahit itu malah melekat dan memicu emosi negatif. Akhirnya, tubuh akan meresponnya sebagai stres. Kondisi demikian, dalam istilah psikologi, disebut ruminasi.

Pennebaker bersama dengan rekannya, Gortner, melakukan penelitian terkait manfaat menulis ekspresif pada sejumlah mahasiswa yang diketahui mengalami ruminasi. Penelitian tersebut dilakukan selama tiga hari. Kemudian diketahui, setelah menjalani proses menulis ekspresif, kecenderungan terjadinya ruminasi pada mahasiswa tersebut menurun. 

Enam bulan kemudian, para mahasiswa tersebut kembali diteliti dengan diberi kuesioner terkait skala emosi. Berdasarkan kuesioner tersebut, terlihat bahwa menulis ekspresif dapat menurunkan gejala depresi yang diderita oleh para mahasiswa tersebut. 

2. Memperbaiki kualitas tidur

Banyak penderita insomnia yang kesulitan tidur karena pikiran buruk dan perasaan khawatir. Umumnya, hal tersebut muncul akibat adanya pemicu stres atau kerepotan yang dialami orang tersebut pada siang hari. 

Allison G. Harvey dan Clare Farrel melanjutkan penelitian yang diinisiasi oleh Pennebaker. Jika sebelumnya menulis ekspresif ditujukan untuk memproses emosi, kali ini penelitian yang dilakukan ingin menguji hipotesis bahwa menuliskan kekhawatiran dapat memperbaiki kualitas tidur dan mempercepat seseorang untuk tertidur. 

Dalam penelitian tersebut, terdapat dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang menuliskan kekhawatiran sebelum tidur, sedang kelompok kedua tidak menulis. Hasilnya, mereka yang menuliskan kekhawatirannya sebelum tidur dapat tertidur lebih cepat dibanding mereka yang tidak menulis. Dengan demikian, diketahui bahwa memperbaiki kualitas tidur memang merupakan salah satu manfaat menulis, khususnya menulis ekspresif. 

3. Membantu untuk memaafkan

Bukanlah sebuah rahasia bahwa memaafkan itu tidak mudah. Meskipun hampir setiap orang mengerti, dengan memaafkan perasaan kita menjadi lebih tenang. Akan tetapi, ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita terluka sangat dalam, bahkan menjadi trauma. Sehingga memaafkan orang yang terlibat di dalam peristiwa tersebut sangat sulit. 

Ternyata dengan menulis ekspresif, yaitu menuliskan emosi apa yang dirasakan saat mengalami peristiwa tertentu, mengapa sulit memaafkan orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut, dan seterusnya, dapat membantu untuk memproses luka dan mulai memaafkan. 

Seperti yang telah dijelaskan, menulis ekspresif berfokus pada perasaan dan pikiran Anda. Bukan pada aturan penulisan. Sehingga Anda tidak perlu khawatir dan merasa tidak mampu menulis dengan baik. Jika Anda ingin merasakan manfaat menulis bagi perbaikan kesehatan mental Anda, caranya hanya satu, mulailah menulis!

Read more

Bagaimana Cara Menghitung HPL yang Tepat?

Tentunya kelahiran sang buah hati sudah sangat dinantikan bagi setiap calon orang tua. Tidak jarang calon orang tua mencari tahu perkiraan tanggal persalinan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kedatangan sang buah hati. Untuk memperkirakan tanggal persalinan atau hari perkiraan lahir (HPL) terdapat beberapa cara menghitung HPL secara mandiri atau melalui konsultasi dengan tenaga medis.

CARA MENGHITUNG HPL SECARA MANDIRI

Perlu diperhatikan bahwa umumnya kehamilan berlangsung sekitar 38-40 minggu (280 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Dari HPHT, kita dapat menghitung HPL bergantung apakah Anda memiliki siklus haid teratur atau tidak teratur. Bila Anda memiliki siklus haid teratur Anda dapat menggunakan rumus Naegele untuk menghitung HPL seperti di bawah ini:

Contoh, bila HPHT Anda tanggal 1 Januari 2020, maka tambah sebanyak 7 hari menjadi 8 Januari 2020. Kemudian, kurangi dengan 3 bulan (dengan tahun yang sama) maka Anda akan mendapatkan HPL 8 Oktober 2020. Bila HPHT Anda tanggal 1 Mei 2020, maka lakukan penghitungan yang sama (dengan tahun ditambah satu) maka akan didapatkan HPL 8 Februari 2021.

Sementara itu, bagi wanita yang tidak memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur maka dapat menggunakan rumus Parikh untuk mendapatkan HPL, yaitu:

Contoh, bila HPHT Anda adalah 1 Maret 2020 dengan lama siklus menstruasi 35 hari maka digunakan rumus Parikh untuk mendapatkan hpl. Tanggal 1 Maret 2020 ditambahkan 9 bulan menjadi 1 Desember 2020 kemudian ditambahkan 14 hari (dari 35 hari – 21 hari) maka didapatkan HPL 15 Desember 2020.

Perlu diketauhi, baik rumus Naegele dan rumus Parikh dapat saja tidak akurat. Hanya 5 dari 100 wanita yang melahirkan bayinya sesuai dengan HPL. Namun, dengan menghitung HPL Anda dapat memperkirakan kapan minggu persalinan terjadi.

Bila Anda tidak mengetauhi atau lupa dengan HPHT Anda, dokter dapat mencari tahu HPL dengan melakukan beberapa pemeriksaan kapan kira-kira bayi Anda lahir dengan USG atau dengan mengukur ketinggian fundus uteri. Anda dapat melakukan hal tersebut sembari melakukan kontrol kehamilan rutin yang juga penting dilakukan selama masa kehamilan untuk mencegah komplikasi selama kehamilan.

Read more

Apakah Granola Benar-Benar Baik untuk Kesehatan?

Read more