Category Parenting

Hal-Hal yang Harus Dihindari Selama Perawatan Tali Pusat

Bayi yang baru lahir selalu menyisakan tali pusat. Perawatan tali pusat ini memerlukan perhatian yang ekstra. Pasalnya, tali pusat dan kulit bayi yang baru lahir amatlah sensitif. Salah-salah dalam perawatan tali pusat bisa menimbulkan masalah baru pada bayi.

Sisa tali pusat yang terdapat pada bayi Anda sebenarnya tidak memiliki fungsi apa-apa lagi. Sebab, fungsi tali pusat ada selama si jabang bayi terdapat di kandungan. Ia menghubungkan plasenta dan janin sebagai “jalur” nutrisi dari si ibu.

Sisa tali pusat itu akan kering dan tanggal dengan sendirinya dalam jangka waktu 5 sampai 12 hari. Selama masa itu, sebagai orang tua baru, jangan sampai Anda melakukan kelasahan dalam perawatan tali pusat. Adapun kesalahan-kesalahan tersebut adalah:

  1. Membersihkan dengan Alkohol atau Krim Antibiotik

Membersihkan tali pusat bayi tak perlu menggunakan alkohol ataupun krim antibiotik. Mengusap tali pusat dengan air bersih saja nyatanya sudah cukup.

Mungkin maksud Anda baik, yakni untuk menghilangkan kuman-kuman pada tali pusat bayi yang masih basah. Namun, mengoleskan krim atau alkohol justru  dapat  membuat kulit bayi mengalami iritasi, lho.

  • Mengeringkan dengan Tisu

Banyak ibu menggunakan tisu untuk mengeringkan tali pusat bayi yang baru lahir. Hal ini sebaiknya dihindari, karena penggunaan tisu malah dapat meninggalkan serat di sana. Sebaiknya keringkan tali pusat bayi dengan kasa steril saja.

  • Menekan Tali Pusat dengan Koin

Banyak ibu menekan tali pusat bayi dengan koin dengan maksud dan tujuan agar nantinya pusar si kecil tidak “bodong” atau menonjol keluar. Namun, hal itu rupanya sia-sia belaka. Pasalnya, hal itu hanya mitos. Pusat bayi “bodong” adalah hal wajar karena otot dinding perutnya masih lemah. Menekan tali pusat bayi dengan koin justru berisiko menimbulkan infeksi.

  • Terus Menerus Dibungkus Kasa

Jika kasa yang dipasang staf medis pada tali pusat bayi sudah lepas, biarkan saja. Tak perlu membungkusnya lagi dengan kasa baru.

Pasalnya, tali pusat bayi perlu oksigen agar cepat kering dan sembuh. Luka pada tali pusat berbeda dengan luka pada bagian kulit lain, sehingga tak perlu selalu dibungkus.

  • Jangan Mengalirkan Air pada Tali Pusat

Saat memandikan bayi yang tali pusatnya belum kering dan puput, hendaknya hindari mengalirinya dengan air. Sebagai gantinya, gunakanlah handuk yang sudah dibasahi. Mengalirkan air, apalagi memasukan bayi ke dalam bak mandi bakal menyebabkan tali pusat menjadi lembap dan terinfeksi bakteri.

  • Memandikan Bayi dalam Bak

Tali pusat bayi baru lahir harus selalu dijaga dalam kondisi yang kering agar cepat sembuh. Oleh karena itu, hindari memandikan bayi dalam bak hingga sisa tali pusatnya benar-benar terlepas. Anda hanya perlu menyeka tubuh si kecil dengan handuk basah untuk membersihkannya.

  • Mencabut Bekas Luka yang Kering

Anda mungkin tak tahan melihat sisa tali pusat yang telah mengering, tetapi tak kunjung terlepas. Banyak ibu yang lantas mencabutnya. Hindari melakukan hal tersebut sebab hal ini bisa melukai tali pusat yang belum sepenuhnya kering. Sebaiknya biarkan saja, pasalnya secara alamiah tali pusat tersebut akan terlepas dengan sendirinya

  • Memakaikan Baju Ketat

Baju bayi yang ketat mungkin akan membuat si kecil tampak menggemaskan. Namun, tindakan ini tidak baik selama masa perawatan tali pusat. Selama tali pusatnya belum terlepas, sebaiknya hindari memakaikan baju ketat pada bayi baru lahir. Pilihlah baju yang agak longgar untuk menjaga sirkulasi udara supaya luka tali pusat cepat mengering.

Read more

Tips Perawatan dan Pengobatan Rumahan untuk Anak Sakit

Saat anak sakit, para orangtua tentu akan sangat khawatir melihat berbagai gejala yang dirasakan si kecil. Akan tetapi, ada beberapa penyakit yang pengobatannya lebih dianjurkan untuk dilakukan di rumah. Agar tidak salah dalam melakukan perawatan rumah untuk si kecil, simak beberapa tips perawatan dan pengobatan rumahan untuk anak sakit berikut.

1. Perbanyak Istirahat
Pilek dan batuk kerap terjadi karena infeksi virus yang ditularkan saat anak sekolah. Sama seperti orang dewasa, anak yang terinfeksi virus tidak membutuhkan asupan obat khusus karena tubuhnya dapat dengan sendirinya melawan dan mematikan virus yang menginfeksi. Akan tetapi, agar tubuh semakin kuat, dibutuhkan energi yang lebih sehingga penting bagi anak untuk banyak tidur dan istirahat saat sakit. Batasi aktivitas yang memakan banyak energi dan ajaklah anak untuk tidur dan bermain dengan tenang.

2. Perbanyak Asupan Cairan
Selain istirahat yang cukup, anak juga memerlukan asupan cairan tubuh yang banyak untuk membuatnya tetap terhidrasi. Jika anak Anda sudah berusia lebih dari 6 bulan, beragam makanan lembut dengan kandungan air tinggi dapat Anda berikan. Termasuk juga sup ayam yang memang dapat meredakan gejala demam, pilek, dan batuk.

3. Kenali Demam atau Flu?
Gejala yang muncul pada demam dan flu pada anak memang sulit untuk dibedakan. Namun, secara umum, gejala flu pada anak Anda akan tampak lebih buruk dan parah. Biasanya akan muncul tanda seperti kelelahan, meriang, nyeri otot, sakit kepala, dan demam tinggi. Jika anak mungkin terserang flu, segera hubungi dokter untuk penanganan yang tepat dan cepat. Dokter biasanya akan meresepkan obat yang memang aman untuk anak dan dapat meredakan gejala.

4. Pereda Demam
Demam adalah bentuk dari cara tubuh melawan infeksi virus. Namun, anak yang mengalami demam biasanya akan menjadi lebih rewel dan manja. Jika anak Anda mengalami demam, pastikan untuk membuatnya menjadi lebih nyaman dengan pakaian tipis dan ruangan yang sejuk. Letakkan kain kompres dingin di dahi dan lehernya.

5. Anak-Anak dan Obat Pilek
Untuk anak-anak yang mengalami pilek dan batuk, pastikan untuk tidak sembarangan memberinya obat-obatan yang dijual bebas (sekalipun dengan obat yang dikhususkan untuk anak). Selalu konsultasikan pada dokter agar mendapatkan arahan yang tepat untuk pengobatan rumahan yang aman.

6. Melegakan Hidung Tersumbat
Jika hidung anak Anda tersumbat, Anda dapat mengencerkan lendir dengan memberikan tiga tetes air hangat atau garam di setiap lubang hidung. Setelah itu, tunggu sebentar sebelum Anda menghisapnya kembali bersama lendir di dalamnya. Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi susah napas saat hidung tersumbat adalah dengan menaikkan posisi kepala tempat tidur anak sehingga kepala menjadi lebih tinggi.

7. Menenangkan Sakit Tenggorokan
Makanan dan minuman yang hangat dan dingin akan sangat membantu mengatasi sakit pada tenggorokan. Milkshake, minuman dingin, dan ice pops dapat membasahi tenggorokan yang kering dan perih. Sedangkan kaldu hangat pada sup ayam, teh, atau sari apel panas juga berkhasiat untuk menenangkannya. Namun, jika anak Anda sudah berusia 8 tahun atau lebih, berkumur dengan air garam hangat dua kali sehari dapat membantunya merasa lebih baik.

8. Meredakan Batuk
Perawatan batuk pada anak dapat dilakukan dengan beragam cara berdasarkan jenis batuk dan usia anak. Untuk batuk yang benar-benar tidak nyaman dan mengganggu tidur membutuhkan perhatian yang lebih.

  • Anak-anak usia antara 6 bulan dan 1 tahun: Berikan minuman hangat seperti jus apel atau jeruk hangat.
  • Anak-anak usia lebih dari 1 tahun: Air teh dan madu hangat dapat membantu mengatasi batuk malam hari.
  • Anak-anak usia 6 tahun atau lebih: Berikan obat batuk anak atau permen tenggorokan.

9. Berikan Makanan Ringan
Siapa bilang anak sakit tidak boleh memakan makanan ringan? Anda dapat memberikan tambahan energi dan asupan nutrisi melalui berbagai makanan ringan sehat seperti saus apel, oatmeal, kentang tumbuk, agar-agar, puding, dan yogurt.

10. Masalah Perut
Anak-anak yang terkena flu terkadang mengalami sakit perut dengan keluhan muntah atau diare. Jika ini terjadi pada anak Anda, harap perhatikan karena ia sedang kehilangan cairan tubuh. Jadi mintalah ia untuk minum sejumlah kecil larutan elektrolit dan perbanyak minum air putih. Namun, jika anak Anda mengalami diare yang tidak dehidrasi atau muntah, maka ia dapat terus makan. Berikanlah ia porsi yang lebih kecil dengan kandungan cairan lebih banyak.

11. Percaya Insting Anda
Segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda khawatir pada gejala anak yang semakin memburuk. Amati nyeri dada atau perut, sesak napas, sakit kepala, kelelahan yang tidak biasa, atau nyeri wajah dan tenggorokan yang semakin memburuk. Beri tahu dokter Anda jika anak Anda demam 39° C atau lebih selama 72 jam lebih. Selain itu, kondisi anak yang mengalami kesulitan menelan, batuk banyak lendir, atau memiliki kelenjar bengkak dan sakit telinga juga harus segera ditangani dokter.

Read more