Category Penyakit

Laki-Laki Lebih Rentan Kena Anaplasmosis

Di dunia, kita barangkali sudah mengenal beberapa jenis penyakit yang ditularkan oleh hewan kepada manusia, seperti rabies, demam berdarah, malaria dan lain sebagainya. Namun, dari berbagai jenis penyakit tersebut, terdapat juga anaplasmosis yang bisa ditularkan dari tungau atau kutu kepada manusia.

Secara umum, anaplasmosis adalah penyakit yang apabila terinfeksi pada manusia, maka orang tersebut umumnya tidak sadar terkena penyakit tersebut. Hal itu disebabkan karena gejala yang muncul sama dengan penyakit umum lainnya, seperti demam, sakit kepala, dan merasa pegal.

Dihimpun dari berbagai sumber, pada banyak kasus menunjukkan laki-laki lebih berpotensi terserang anaplasmosis daripada perempuan. Di sisi lain, faktor usia juga dapat mempengaruhi. Sebabnya, seseorang yang usianya lebih dari 40 tahun diyakini juga lebih berisiko terkena penyakit itu.

Meski berbagai penelitian menunjukkan hal itu, bukan berarti perempuan dan usia di bawah 40 tahun bebas dari risiko terkena anaplasmosis. Oleh karena, rutin konsultasi ke dokter perlu dilakukan apabila merasa pernah mengalami satu kondisi di mana bisa menyebabkan terkena penyakit tersebut.

Faktor-faktor tersebut seperti digigit oleh kutu. Hal itu karena melalui gigitannya, kutu bisa memindahkan bakteri anaplasma phagocytophilum kepada manusia. Di sisi lain, potensi terserang penyakit tersebut juga bisa meningkat apabila di antara pembaca lebih sering beraktivitas di luar rumah.

Hal ini lantaran kutu itu sendiri lebih sering ditemukan pada kondisi panas atau saat musim panas berlangsung. Sementara itu, jika anda terkena anaplasmosis, pada tahap-tahap awal memang tidak akan merasakan gejala.

Kondisi tersebut disebabkan karena dalam banyak kasus gejala penyakit tersebut baru dirasakan pengidap setelah satu atau dua minggu sesudah digigit oleh kutu. Ketika sudah mengalami gejala, biasanya pasien juga tidak sadar karena kerap dianggap penyakit biasa, seperti demam, lemas, pusing dan merasa pegal.

Berkaca pada kasus yang sudah-sudah, anaplasmosis pada manusia memang sedikit sekali yang berujung pada kematian atau dengan kata lain berakibat fatal. Hanya saja, jika tidak ditangani sesegera mungkin dalam pengobatan medis, maka pasien bukan tidak mungkin mengalami gejala yang lebih berat.

Oleh sebab itu, ketika anda merasakan gejala penyakit tersebut, ada baiknya memang langsung ke dokter. Adapun itu dilakukan untuk memberikan kepastian lebih lanjut. Perlu pembaca perhatikan, biasanya dalam kasus anaplasmosis, dokter akan menanyakan beberapa hal terkait aktivitas.

Berkenaan dengan hal itu, maka disarankan agar melakukan pencatatan aktivitas selama dua pekan terakhir, seperti seberapa sering berkegiatan di luar ruangan, daftar lokasi mana yang didatangi disertai kondisi lingkungan, dan lain sebagainya. Usahakan catatan ini ditulis dengan sedetail mungkin.

Selanjutnya, dokter biasanya juga bakal menanyakan gejala-gejala yang anda rasakan. Pada tahap ini, jangan sungkan untuk mengutarakan keluhan apa saja yang anda rasakan. Tentu itu akan sangat membantu dokter dalam mendiagnosis dan memberikan pengobatan.

Jika di antara pembaca kemudian dipastikan mengidap anaplasmosis, tentu anda tidak perlu panik karena penyakit tersebut bisa diobati. Biasanya, dokter akan menganjurkan pasien penyakit tersebut untuk mengkonsumsi antibiotik. Hal itu mengingat anaplasmosis disebabkan oleh bakteri.

Hanya saja, dalam memilih antibiotik pembaca tidak boleh asal karena harus sesuai sebagaimana dokter sarankan. Di sisi lain, karena obat anaplasmosis lebih banyak antibiotik, dalam berhenti mengkonsumsi obat itu harus sesuai petunjuk dokter, sekalipun pembaca sudah merasa lebih baik.

Dari penjelasan di atas, kita paling tidak tahu kalau anaplasmosis bisa diderita manusia akibat gigitan tungau atau kutu. Di sisi lain, laki-laki juga lebih rentan terinfeksi. Sekalipun jarang berakibat fatal, demi kebaikan jangan sungkan segera memeriksakan diri ke dokter apabila anda merasakan gejala penyakit tersebut.

Read more

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Penyakit Roseola

Roseola adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini muncul sebagai demam namun disertai dengan ruam pada kulit. Infeksi ini biasanya tidak parah dan menyerang anak-anak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Roseola merupakan penyakit yang umum dijumpai, dan kebanyakan anak sudah pernah menderita roseola sebelum mereka masuk usia taman kanak-kanak. Dua jenis strain virus herpes menyebabkan roseola. Beberapa anak akan menderita roseola ringan dan tidak akan menunjukkan adanya indikasi sakit. Namun dalam beberapa kasus tertentu, anak dapat menderita beragam dan gejala tanda penyakit ini. Untungnya, roseola bukan penyakit yang perlu ditakuti. Sangat jarang kasus demam tinggi roseola menyebabkan komplikasi.

Gejala penyakit roseola

Gejala-gejala roseola yang paling sering dijumpai adalah demam tinggi tiba-tiba yang diikuti munculnya ruam-ruam pada kulit. Demam dianggap tinggi apabila suhu tubuh anak berkisar antara 38 hingga 40 derajat Celsius. Demam tersebut biasanya akan bertahan selama 3 hingga 7 hari, dengan ruam akan muncul setelah demam reda (dalam 12 hingga 24 jam). Ruam kulit tersebut memiliki warna merah muda dan bertekstur rata atau timbul. Ruam biasanya akan muncul pertama kali di perut, sebelum menyebar ke wajah, lengan, dan kaki. Kemunculan ruam tersebut merupakan tanda bahwa virus sebentar lagi akan mati. Gejala-gejala lain roseola di antaranya adalah rasa tidak nyaman, pembengkakan kelopak mata, sakit telinga, menurunnya nafsu makan, kelenjar yang bengkak, diare ringan, dan radang tenggorokan atau batuk ringan. Saat anak terpapar virus, akan membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 15 hari sebelum gejala-gejala tersebut muncul. Dalam beberapa kasus, anak tidak akan menunjukkan adanya tanda-tanda penyakit roseola yang berarti.

Perbedaan roseola dan campak

Banyak orang salah mengira bahwa ruam kulit roseola dianggap sebagai ruam kulit akibat campak.Padahal, kedua jenis ruam tersebut sangatlah berbeda. Ruam campak berwarna merah atau coklat kemerahan, dan akan muncul pertama kali di wajah dan menjalar menyebar ke bagian tubuh lain. Sementara itu, ruam roseola berwarna merah muda dan akan muncul pertama kali di perut sebelum menyebar ke bagian tubuh lain seperti wajah dan lengan. Anak-anak dengan penyakit roseola akan merasa lebih sehat saat ruam mulai muncul. Berbeda dengan anak dengan campak, biasanya mereka masih sakit saat memiliki ruam.

Penyebab roseola pada bayi dan dewasa

Umumnya roseola disebabkan karena paparan terhadap virus herpes manusia (HHV) tipe 6 atau HHV tipe 7. Sama halnya seperti virus lain, roseola menyebar melalui droplet cairan kecil saat seseorang batuk, berbicara, atau bersin. Masa inkubasi roseola adalah 14 hari. Ini berarti anak-anak yang menderita roseola, namun belum menunjukkan tanda-tanda apapun dapat dengan mudah menyebarkan infeksi ini ke orang lain. Selain itu, meskipun jarang ditemukan, orang dewasa masih dapat terkena roseola apabila mereka belum pernah menderita penyakit ini sebelumnya. Pada orang dewasa, penyakit ini lebih ringan, namun mereka masih dapat menularkannya pada anak-anak.

Anak-anak dengan roseola umumnya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari tanpa perlu adanya perawatan medis khusus. Pada beberapa kasus, roseola dapat menyebabkan kejang febrile. Dan dalam kasus yang langka, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti encephalitis, meningitis, hepatitis, dan pneumonia. Kebanyakan anak-anak juga akan mengembangkan antibodi terhadap roseola saat mereka menginjak usia sekolah, sehingga mereka akan kebal terhadap penyakit ini.

Read more

Dari Mana Asal Usul Virus Corona?

Hingga saat ini asal virus corona yang menyebabkan coronavirus disease 2019 atau COVID-19 masih menjadi perdebatan. Banyak masyarakat yang belum mengetahui dari mana asal virus ini, namun banyak klaim menyebut bahwa virus ini berasal dari Kota Wuhan,China yang mewabah pada Desember 2019 yang lalu.

Beredar kabar bawah virus SARS-CoV-2 di awal kemunculannya disebut berasal dari hewan, yakni kelelawar. Namun, setelah itu kembali muncul klaim yang menyebut virus corona berasal dari hewan trenggiling. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya di masyarakat, dari manakah asal virus corona ini muncul dan menyebar.

Asal Virus Corona

Tidak hanya klaim tersebut yang dianggap sebagai biang kerok kemunculan virus mematikan ini, virus corona disebut sebagai buatan manusia. Kabar ini sontak menjadi spekulasi yang banyak menyedot atensi atau perhatian masyarakat, tak hanya satu negara tetapi juga seluruh negara di dunia termasuk Indonesia.

Kabar yang beredar di media menyebut Amerika Serikat dan China sebagai negara adidaya dunia terlibat dalam aksi saling tuding terkait dengan masalah asal usul virus corona jenis baru ini. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bahkan menuduh China sebagai negara sumber kemunculan virus mematikan tersebut.

Sebaliknya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian menyebut tentara Amerika Serikat yang membawa epidemi tersebut ke Wuhan. Setelah itu, kembali muncul sebuah klaim berupa hasil penelitian yang baru saja dipublikasikan ke dalam jurnal ilmiah Nature Medicine yang menunjukkan tidak ada bukti virus corona diciptakan oleh manusia.

Banyak teori yang beredar di masyarakat mengenai kemunculan virus corona jenis baru ini, salah satu yang cukup viral adalah virus corona telah diprediksi muncul di tahun 2020 di Wuhan melalui buku fiksi berjudul The Eyes of Dakrness yang terbit di tahun 1981. Meski demikian, tak lantas teori tersebut dapat dibenarkan.

Perlu diketahui bahwa coronavirus telah ada sejak tahun 1930-an, corona merupakan suatu kelompok virus yang menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Mendapat nama corona diambil dari bahasa Latin yang memiliki arti mahkota karena bentuk virus menyerupai dan sangat mirip dengan mahkota.

Sementara itu, jenis virus corona yang menginfeksi manusia bervariasi dan terdapat beragam macam variasi. Tergantung pada tingkat keparahan penyakit yang muncu serta seberapa jauh penyebarannya, hingga kini terdapat total tujuh jenis coronavirus yang dikenal mampu menginfeksi manusia.

Beberapa jenis virus ini virus tersebut mampu menimbulkan terjadinya infeksi saluran pernapasan, mulai dari batuk, pilek hingga munculnya masalah lain yang lebih serius. Antara satu virus yang satu dan yang lain memang memiliki kemiripan dalam morfologi serta struktur kimia, namun pada umumnya virus corona bisa ditemukan dalam spesies mamalia.

Sebagian infeksi virus corona termasuk MERS dan SARS berasal dari hewan kelelawar, pada kasus MERS-CoV, air liur dan urine kelelawar yang membawa virus termakan unta. Hal ini membuat unta terinfeksi dan berperan sebagai perantara, unta pun menjadi perantara yang menularkan virus melalui kontak langsung bisa lewat susu, urine dan daging.

Sementara itu pada kasus SARS-CoV-2 yang menjadi perantara virus ini adalah hewan musang dan rakun. Hal ini dikarenakan virus SARS-CoV-2 terbilang masih baru, terdapat beberapa kemungkinan bahwa asal virus corona ini adalah dari beberapa hewan yakni kelelawar, pangolin atau trenggiling dan ular.

Read more

Obat Tradisional Atasi Sleep apnea

Tidur adalah salah satu aktivitas terpenting di dalam hidup manusia. Fungsi dari tidur sendiri adalah mengistirahatkan secara total fisik dan psikis manusia—dua komponen utama manusia. Saat tidur, hampir seluruh organ kita berhenti bekerja, mengorganisir kembali sel-selnya agar dapat bekerja dengan baik kembali setelah “dihidupkan” lagi. Namun, di saat kita dituntut untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, ada kondisi yang dinamakan sleep apnea.

Sleep apnea adalah kondisi di mana pernapasan kita terganggu saat tengah tertidur. Sleep apnea terjadi lantaran adanya penyumbatan atau penyempitan parsial pada saluran pernapasan. Penyumbatan atau penyempitan itu saat dinding tenggorokan mengendur.  Tentu saja, saat sleep apnea terjadi, seseorang yang mengalaminya tak dapat bernapas dengan normal.

Ada dua jenis sleep apnea yang dibedakan dengan faktor penyebabnya, yakni:

  • Obstructive Sleep apnea (OSA)

Jenis ini paling umum terjadi. Penyebabnya adalah penyumbatan saluran udara. Hal ini biasanya terjadi ketika jaringan lunak di belakang tenggorokan mengendur saat tidur.

  • Sleep apnea Sentral

Berbeda dari OSA, pada kondisi ini, saluran atau jalan napas tidak terhalangi. Namun otak gagal memberikan sinyal kepada otot  pernapasan untuk bernapas.

Gejala paling umum dari sleep apnea adalah mendengkur, atau kita kenal dengan istilah ngorok. Fakta yang terjadi di lapangan menyatakan bahwa orang yang berisiko menderita sleep apnea adalah mereka yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dan penderita penyakit pernapasan. Dari sana, obat herbal atau ramuan alami yang dibuat secara tradisional mungkin dapat dijadikan sebagai “obat” untuk mengatasi kondisi ini.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa ramuan yang diyakini dapat mengatasi sleep apnea yang dibuat dari bahan-bahan yang ada di sekitar, antara lain:

  1. Lada hitam dan madu

Ramuan dua bahan ini dipercaya ampuh membuat Anda terhindar dari sleep apnea. Kandungan antiinflamasi dan sifat dekongestan pada lada hitam dapat memuluskan kinerja saluran pernapasan.

Tambahan madu pada ramuan ini dapat mengobati Anda yang kerap mendengkur ketika tidur. Anda dapat mengonsumsi rebusan lada hitam dengan madu 30 hingga 40 menit sebelum tidur, agar terhindar dari sleep apnea.

  • Minyak lavender esensial

Minyak dari bunga beraroma sedap ini dipercaya ampuh atasi sleep apnea. Kandungan senyawa volatil pada minyak lavender esensial dapat mengurangi penyumbatan pada saluran pernapasan saat tidur.

Berbeda dengan ramuan sebelumnya, minyak lavender esensial hanya digunakan sebagai obat luar. Anda dapat menghirup aroma dari rebusan minyak lavender esensial setiap malam sebelum tidur, agar terhindar dari sleep apnea.

  • Jahe dan kayu manis

Ramuan kedua bumbu dapur ini merupakan salah satu pengobatan alternatif bagi penderita sleep apnea. Sifat antibiotik dan antiinflamasi pada jahe dan kayu manis dapat mengoptimalkan aliran udara ke paru-paru. Hal ini dapat membantu Anda terhindar dari sleep apnea.

Untuk mengonsumsinya, Anda dapat mengonsumsi teh jahe yang ditambahkan dengan kayu manis 30 menit setiap sebelum tidur.

  • Adas, valerian, dan mint

Ramuan alami ini memiliki sifat penenang dan antiinflamasi. Campuran ketiga bahan herbal ini bekerja untuk mengembalikan kinerja otot-otot tenggorokan agar Anda tidak mendengkur akibat sleep apnea.

Anda dapat menggunakan campuran ketiga minyak herbal tersebut dengan berkumur selama dua atau tiga menit dan dilakukan sebelum tidur.

  • Bawang Putih

Salah satu bumbu dapur ini memiliki sifat antibiotik dan antiinflamasi yang dapat membantu mengobati peradangan. Hal tersebut bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya sleep apnea.

Selain itu, kedua sifat pada bawang putih tersebut dapat berguna untuk mengobati infeksi pernapasan akibat kelebihan racun. Anda dapat meminum air rebusan bawang putih yang ditambahkan dengan sesendok makan madu 15 menit sebelum tidur.

***

Memang belum ada uji klinis atau studi yang dilakukan khusus untuk masalah ini. Namun, ramuan dari bahan-bahan alami ini telah digunakan secara turun-temurun. Tak ada salahnya mencoba, toh, kesemua bahan tersebut tidak berbahaya bagi tubuh kita.

Jika Anda sanksi dan tak mau ambil risiko, Anda dapat langsung menghubungi dokter untuk mengatasi masalah sleep apnea Anda secara tepat dan tuntas.

Read more

Tes Mantoux, Tes Untuk Deteksi TBC

Tes mantoux dilakukan untuk mengetahui risiko seseorang terkena TBC.

Tes Mantoux, atau dikenal pula dengan sebutan tes kulit PPD adalah sebuah tes yang dilakukan dengan menyuntikkan zat PPD (Purified Protein Derivative) ke dalam kulit untuk mendeteksi apakah Anda memiliki tuberculosis (TBC) atau tidak. TBC merupakan sebuah infeksi yang serius, yang biasanya menyerang paru-paru dan disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini akan menyebar ke dalam tubuh seseorang ketika ia menghirup udara yang dikeluarkan oleh penderita positif TBC. Bakteri dapat tinggal di dalam tubuh dan tidak aktif selama bertahun-tahun. Ketika sistem kekebalan tubuh Anda mulai melemah, bakteri TBC ini dapat menjadi aktif dan menyebabkan beberapa gejala kesehatan seperti demam, turunnya berat badan, batuk, dan berkeringat pada malam hari. Artikel ini akan membahas apa itu tes Mantoux dan bagaimana prosedur tes ini dilakukan. 

Siapa saja yang membutuhkan tes kulit PPD?

TBC merupakan satu jenis penyakit yang sangat menular. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan TBC berada di posisi kedua (setelah HIV dan AIDS) sebagai pembunuh terbesar di dunia. Di Amerika Serikat sendiri, penyakit TBC sangat jarang ditemui karena orang-orang yang telah terinfeksi TBC tidak menunjukkan gejala apapun. Apabila Anda bekerja di bidang kesehatan, Anda perlu mendapatkan tes Mantoux secara rutin. Selain itu, tes Mantoux juga perlu dilakukan apabila Anda pernah berdekatan dengan orang yang menderita TBC, serta Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat obat-obatan tertentu seperti steroid dan memiliki penyakit tertentu seperti kanker, HIV, dan AIDS.

Bagaimana tes kulit PPD dilakukan?

Tes Mantoux merupakan jenis tes yang mudah dan tidak memakan banyak waktu. Dokter atau perawat akan mengoleskan alkohol pada bagian dalam lengan bawah. Setelah itu, zat PPD dalam jumlah yang kecil akan disuntikkan di bawah lapisan atas kulit. Anda mungkin akan merasakan sedikit sengatan akibat prosedur ini. Benjolan atau bilur kecil dapat muncul, dan biasanya akan hilang setelah beberapa jaw. Setelah 2 hingga 3 kali, Anda perlu mengunjungi dokter kembali. Perawat atau dokter akan memeriksa bagian yang mendapatkan suntikan untuk melihat apakah ada reaksi terhadap PPD atau tidak. Risiko kulit yang memerah parah atau pembengkakan pada bagian lengan sangat kecil, terutama apabila Anda pernah mendapatkan tes kulit PPD dengan hasil yang positif dan Anda memerlukan tes ulang. 

Apabila area kulit yang mendapatkan suntikan PPD tidak bengkak atau hanya bengkak kecil setelah 48 hingga 72 jam, hasil tes yang Anda lakukan berarti negatif. Hasil negatif berarti Anda belum terinfeksi bakteri yang menyebabkan TBC. Jumlah pembengkakan dapat berbeda-beda antara anak, orang-orang yang menderita HIV, orang tua, dan mereka yang memiliki risiko tinggi. Sementara itu, reaksi kecil yang disebut indurasi pembengkakan keras pada daerah tes sebesar 5 hingga 9 mm merupakan hasil positif pada orang-orang yang menggunakan steroid, menderita HIV, telah menerima transplantasi organ tubuh, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, pernah melakukan kontak langsung dengan penderita TBC positif. Orang-orang yang berada pada grup risiko tinggi tersebut mungkin membutuhkan perawatan. Namun, perlu diketahui bahwa hasil tes Mantoux yang positif bukan berarti mereka memiliki TBC aktif. Tes lanjutan lain perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosa penyakit ini. Dokter akan melanjutkan tes Mantoux hasil positif dengan pemeriksaan sinar-X, pemindaian CT, tes sputum guna mencari TBC aktif di paru-paru.

Read more

Ini Mitos dan Hoax Mengenai Virus Corona

mitos fakta virus corona

Kabar hoaks gencar beredar di dunia maya setelah wabah virus corona menjalar ke Indonesia, total hingga kini terdapat puluhan penderita yang sudah menjadi korban terdampak virus ini. Mitos virus corona membuat masyarakat menjadi panik dan was-was, alih-alih dapat sembuh dan tercegah dari dampak virus ini, masyarakat justru akan keblinger karena berita sesat tersebut.

Terdapat beberapa mitos mengenai virus corona yang menyesatkan masyarakat, bahkan hingga kini sudah disebarluaskan melalui media sosial. Hal ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan prespektif yang salah di masyarakat luas. Berikut ini beberapa mitos mengenai virus corona yang perlu diketahui bersama.

Mitos Virus Corona

  • Bawang Putih

Masyarakat pengguna media sosial digemparkan dengan kabar yang menyebutkan bahwa penggunaan bawang putih sangat direkomendasikan untuk menangkal virus tersebut. Tak hanya itu, bawang putih disebut efekif dalam mengatasi penyebaran serta membuat tubuh mampu mencegah terinfeksi virus corona.

Fakta virus corona dengan pengobatan menggunakan bawang putih tidak menimbulkan bahaya jika digunakan selama sesuai dengan aturan medis. Bawang putih memiliki sifat anti mikroba, namun bawang putih juga bisa memberikan dampak bahaya jika dikonsumsi secara berlebih. Untuk penanganan virus corona, belum ada hasil penelitian yang menyebutkan.

  • Konsumsi Air Putih

Konsumsi air putih selama 15 menit sekali direkomendasikan oleh seorang dokter yang berasal dari Jepang. Dokter tersebut menegaskan bahwa mengonsumsi air putih selama 15 menit sekali bisa membuat tubuh mencegah timbulnya virus melalui mulut. Meski belum ada bukti, rekomendasi ini sudah dibagikan ke beberapa negara.

Virus yang beredar di udara dapat masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan saat manusia bernapas, beberapa di antaranya mungkin akan masuk ke mulut. Namun, ketika seseorang minum air sebanyak apa pun tetap tidak akan mencegah virus masuk ke tubuh dan bahkan mengurangi virus yang sebelumnya sudah masuk.

  • Mengonsumsi Air Panas

Kabar ini bagikan oleh masyarakat Thailand yang mengunggah informasi ke media sosial Twitter, isinya menyebutkan bahwa konsumsi air dalam keadaan panas dan mandi menggunakan air panas mampu mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi saluran pernapasan manusia pada saat itu.

Menanggapi hal itu, UNICEF bahkan memberikan respons melalui salah satu pejabat resmi, Charlotte Gornitzka. Ia menegaskan bahwa informasi terkait minum air panas hingga dilarang mengonsumsi air dingin hingga es krim yang dikeluarkan oleh UNICEF adalah informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

Selain itu, membiarkan diri terkena sinar matahari agar terhindar dari virus corona juga sangat tidak efektif untuk dilakukan. Di luar tubuh manusia membutuhkan suhu sekitar 60 derajat celcius untuk dapat membunuh virus, angka tersebut tentu sangat jauh dibandingkan suhu air panas yang dikonsumsi atau yang terdapat di sauna.

  • Hand Sanitizer

Telah banyak diterapkan di berbagai tempat, mulai dari pusat keramaian hingga kantor, ternyata penggunaan gel sanitiser untuk tangan kurang efektif dalam menangkal virus dan bakteri. Mencuci tangan merupakan cara utama guna mencegah penyebaran virus. Meski demikian, keadaan sanitiser di beberapa negara sudah langka.

Hal itu membuat orang membuat sanitiser secara alami dan caranya sudah beredar di media sosial, namun ternyata informasi mengenai sanitiser buatan ini salah satu mitos virus corona dan lebih cocok sebagai desinfektan untuk membersihkan permukaan benda. Sebaliknya, resep tersebut ternyata tidak cocok digunakan untuk kulit manusia.

Read more

Penyebab Suhu Tubuh Meningkat, Cari Cara Menurunkan Panas

Suhu tubuh mengukur kemampuan tubuh untuk menghasilkan panas serta menyingkirkan panas. Suhu normal tubuh manusia adalah sekitar 37 derajat Celsius. Biasanya, hypothalamus dan sistem saraf otomatis akan menjaga suhu tubuh dalam batas yang normal. Namun, sering suhu tubuh meningkat.  Kondisi ini disebut dengan istilah stres panas. Stres panas dapat disebabkan oleh suhu udara yang ekstrim, makanan tertentu, dan faktor-faktor lain. Apabila Anda mengalami stres panas, carilah cara menurunkan panas. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan rasa panas.

Sebelum Anda mencari cara menurunkan panas, penting untuk tahu apa saja penyebab panas tubuh agar Anda bisa menghindarinya di kemudian hari. Pada dasarnya, penyebab suhu tubuh berubah menjadi tinggi dikarenakan oleh faktor internal dan eksternal. Beberapa penyebab tersebut di antaranya adalah:

  • Lingkungan yang panas

Menghabiskan waktu di luar ruangan pada kondisi suhu cuaca yang panas dapat meningkatkan suhu tubuh seseorang. Selain itu, berada di dalam ruangan yang panas dalam waktu yang cukup lama juga dapat memberikan hasil yang serupa. Memakai pakaian berlapis-lapis juga dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh.

  • Mendapatkan paparan langsung sinar matahari atau sumber panas

Menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari dan meningkatkan suhu tubuh dan bahkan menyebabkan pitam panas atau dikenal dengan “heatstroke”. Anak-anak dan orang dewasa khususnya memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena pitam panas. Dehidrasi akibat menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari juga dapat meningkatkan suhu tubuh. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk minum banyak air dan beristirahat di tempat teduh jauh dari paparan sinar atau panas matahari langsung.

Dokter mengkategorikan paparan berlebih terhadap panas dalam 3 level, kram panas, kelelahan panas, dan pitam panas. Kram panas, meskipun sangat mengganggu, tidak membutuhkan perhatian medis dan akan hilang dengan sendirinya dengan beristirahat serta banyak minum air. Gejala dari kram panas contohnya adalah suhu tubuh yang tinggi, kepala pusing, dan rasa sakit pada otot atau kaku.

Sementara itu, kelelahan panas membutuhkan perawatan medis apabila gejala muncul dalam waktu yang lama (lebih dari satu jam) dan berubah semakin buruk seiring dengan berjalannya waktu. Gejala yang timbul sama dengan gejala pada kondisi kram panas, namun dengan tambahan muntah, sakit kepala, serta berkurangnya konsentrasi.

Di sisi lain, pitam panas merupakan sebuah kondisi yang sangat serius dan dapat menyebabkan kematian. Apabila terjadi, cari bantuan medis untuk dibawa ke rumah sakit dan cara menurunkan panas secepatnya. Gejala yang timbul (selain gejala yang sama muncul saat kram panas) adalah kejang, kesulitan menjaga kesadaran hingga kegagalan ginjal.

  • Olahraga atau bergerak/beraktivitas lebih dibanding biasanya

Saat seseorang bergerak, makai a menciptakan energi. Panas merupakan cara tubuh dalam melepaskan energi. Sebagai cara menurunkan panas, mereka yang berolahraga dapat bergerak dengan lebih sedikit untuk sementara atau hanya bergerak saat diperlukan.

  • Obat-obatan dan hormon

Beberapa jenis obat-obatan dapat meningkatkan suhu tubuh seseorang, baik dengan cara mempengaruhi produksi panas atau pelepasan panas.

Apabila suhu tubuh Anda lebih dari 39.4 derajat Celsius, hubungi dokter segera agar mendapatkan cara menurunkan panas. Orang-orang perlu mengunjungi dokter apabila suhu tubuh lebih tinggi dari pada biasanya serta mengalami gejala seperti kesulitan bernapas, tubuh terasa lelah, leher yang kaku, sensitif terhadap cahaya, muntah-muntah, menolak minum, serta munculnya tanda-tanda ruam dan infeksi.

Read more

Cara Mengatasi Bisul dengan Obat Bisul Alami

Bisul merupakan benjolan pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah. Benjolan ini bisa muncul dikarenakan adanya infeksi bakter yang memicu peradangan pada folikel rambut. Walaupun tidak berbahaya dan bisa sembut sendiri, namun benjolan yang bernanag ini tetap harus Anda waspada.

Biasanya bisul yang berukuran kecil dapat sembuh sendiri tanpa penangan medis. Jika kondisi bisul tidak terlalu parah atau serius, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan obat bisul alami. Ada berberapa cara alami yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi bisul.

  1. Dikompres dengan air hangat

Cara paling mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bisul adalah dengan menempelkan kompres yang hangat. Suhu hangat akan meningkatkan tekanan di pori-pori yang terinfeksi. Dengan melakukan cara ini, nanah dan darah yang terdapat pada bisul akan tertarik ke permukaan kulit.

Untuk mengompres bisul, gunakan handuk bersih yang telah direndam dalam air hangat. Tempelkan handuk di atas permukaan bisul selama 10 hingga 15 menit. Ulangi cara ini sebanyak 3-4 kali dalam sehari, atau sampai bisul pecah sendiri.

  • Garam Epsom

Garam epsom juga bisa menjadi obat bisul yang alami dan cara menggunakannya sangat mudah. Anda cukup larutkan garam Epsom dengan air hangat, lalu rendam handuk bersih di dalamnya. Kemudian, tempel handuk bersih pada bisul selama kurang lebih 20 menit.

Lakukan kompres garam Epsom tersebut setidaknya tiga kali dalam sehari sampai bisul pecah. Kandungan yang terdapat pada garam Epsom dapat membantu mengeringkan nanah, dengan demikian bisul akan cepat mengering.

  • Tea tree oil

Obat bisul selanjutnya adalah tea tree oil. Sifat antibakteri dan antiseptik yang terkandung dalam tea tree oil dipercaya bisa membantu dalam menangani infeksi bakteri penyebab bisul. Cara menggunakannya, campurkan lima tetes tea tree oil dengan satu sendok teh minyak kelapa atau minyak zaitun.

Teteskan campuran ini ke kapas dan oleskan ke bisul hingga merata. Anda bisa melakukan cara ini sebanyak 2-3 kali per hari, terus lakukan sampai bisa sembuh. Supaya tidak terasa perih saat diaplikasikan, Anda harus mencampur tea tree oil dengan minyak kelapa atau minyak zaitun.

  • Bubuk kunyit

Bubuk kunyit memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang bisa membantu menghilangkan dan menyembuhkan bisul dengan cepat. Ada dua cara untuk menggunakan bubuk kunyik sebagai obat bisul.

Pertama untuk dikonsumsi, rebus satu sendok teh bubuk ke dalam air kemudian diminum tiga kali sehari. Sedangkan untuk dioleskan, campur bubuk kunyit dengan air atau jahe sehingga bertekstur seperti pasta dan oleskan dua kali sehari.

Walaupun bisul tidak membahayakan, Anda tetap tidak boleh membiarkannya begitu saja. Perhatikan kondisi bisul agar Anda bisa mendeteksi perubahan yang mencurigakan. Jika bisul belum sembuh juga dalam dua minggu, makin besar dan terasa sakit, segeralah periksa ke dokter.

Read more

Serba-Serbi Freckles; Si Bintik Kecoklatan di Kulit Wajah

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa sebenarnya bintik kecoklatan di sekitar kulit wajah orang-orang yang berasal dari belahan bumi sebelah barat? Kondisi itulah yang dinamakan frackles.

Freckles adalah bercak cokelat pada kulit yang timbul akibat produksi melanin yang berlebih, sebagai reaksi dari paparan sinar ultraviolet (UV). Misalnya, dari cahaya matahari. Melanin sendiri merupakan zat yang berperan dalam membuat warna pada kulit atau rambut Anda.

Pada umumnya, ukuran freckles sekitar 1-2 mm. Tetapi bercak ini juga dapat berukuran lebih besar. Permukaan freckles biasanya rata dengan kulit dan memiliki tepi yang jelas.

Meski umumnya kondisi ini terjadi pada mereka yang tinggal di “Barat”, tetapi kita yang berada di Timur juga bisa mengalaminya, lho. Semuanya tergantung dengan faktor risiko yang ada.

Nah, ada banyak hal unik yang meliputi freckles ini. Untuk mengetahuinya, simak serba-serbinya di bawah ini:

1. Terbagi dalam 2 Jenis

Freckles adalah kumpulan kluster melanin yang terkonsentrasi pada lapisan epidermis kulit dengan penyebaran yang berkelompok. Pada dasarnya freckles terdiri dari dua jenis yaitu Ephelides dan Lentigo. Jenis Ephelides ini yang sering muncul pada wanita Kaukasian yang kulitnya putih. Orang yang rambutnya merah pun cenderung memiliki jenis freckles Ephelides lebih banyak. Sementara jenis freckles Lentigo adalah bintik yang warnanya lebih gelap dan tidak memudar walau tidak terpapar sinar matahari.

2. Freckles Bukan Bawaan Lahir

Tidak ada bayi yang baru saja lahir telah memiliki freckles. Paparan sinar matahari merupakan penyebab utama dari munculnya freckles, membuat sel-sel di kulit menciptakan lebih banyak pigmen.

3. Bersifat Genetik

Meskipun tidak ada manusia yang lahir dengan freckles, tapi freckles bisa timbul karena faktor genetik yang mengatur warna kulit dan rambut, atau biasa disebut dengan gen MC1R. Umumnya tampilan freckles sudah dapat terlihat pada anak usia 1-2 tahun, khususnya di area wajah, bahu dan lengan. Selain dari itu, faktor paparan sinar matahari yang berlebihan dan dalam jangka waktu panjang, serta penggunaan obat hormonal juga dapat memicu timbulnya freckles.

4. Tidak Semua Orang Berambut Merah Memiliki Freckles

Menurut hasil penelitian, orang-orang berambut merah memiliki lebih sedikit melanin di kulit mereka, tetapi tidak semua dari mereka pasti memiliki freckles. Hal ini dikendalikan oleh gen yang sama, karena mereka yang berambut merah 80% memiliki gen MC1R.

5. Freckles Rentan Terjadi pada Orang Berkulit Putih

Orang berkulit putih memiliki melanin jenis pheomelanin. Jenis ini tak melindungi kulit dari paparan ultraviolet. Oleh karena itu, jika sering terpapar matahari, tubuh akan memproduksi melanin lebih banyak sehingga freckles lebih mudah terjadi.

Sebaliknya, pada orang berkulit gelap atau berambut hitam, kulitnya mengandung melanin jenis eumelanin yang memiliki fungsi melindungi kulit dari radiasi ultraviolet. Karena itu, sekalipun terpapar matahari, freckles lebih jarang dialami oleh orang kulit hitam atau berambut hitam.

6. Indikator Sensitifitas Kulit Terhadap Matahari

Kehadiran freckles juga bisa menjadi indikator dalam mengukur seberapa sensitif kulit Anda terhadap paparan sinar matahari. Jika wajah Anda menampilkan freckles saat berada di bawah sinar matahari, sebaiknya lakukan pencegahan dengan memanfaatkan sunscreen sebagai perlindungan.

7. Freckles Dapat Dicegah

Ada berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mencegah frackles, di antaranya adalah penggunan sunscreen sebelum Anda pergi keluar rumah, atau menghindari matahari dari pukul 10 siang hingga 4 sore.

8. Tampilan Freckles Dapat Menyesuaikan Kondisi

Sebenarnya tampilan freckles di wajah dapat berubah secara alami, hal ini terjadi karena kondisi freckles sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Bagi mereka yang tinggal di wilayah empat musim, tampilan freckles akan tampak jelas saat memasuki musim panas, sedangkan di musim dingin tampilan freckles dengan sendirinya akan memudar.

9. Tidak Berbahaya

Meskipun freckles terbentuk akibat paparan sinar matahari, sebenarnya bintik cokelat ini tidaklah berbahaya. Freckles hanya bertindak sebagai perlindungan alami untuk kulitmu.

Namun, bila kamu merasa bintik yang muncul pada kulitmu mulai dirasa tak wajar, kamu bisa langsung konsultasikan kepada dokter kulit.

10. Tak Semua Bercak Cokelat di Wajah Merupakan Freckles

Freckles sering dianggap menjadi biang keladi semua bercak cokelat di daerah wajah. Hal ini tidak tepat. Terdapat banyak kondisi yang bisa menyebabkan keluhan tersebut. Selain freckles, melasma dan lentigo juga bisa menjadi penyebabnya. Meski penampakannya hampir sama, penyebab dan pengobatan bercak di wajah itu berbeda.

Jika freckles banyak dipengaruhi oleh sinar matahari, melasma lebih sering disebabkan faktor hormonal, seperti kehamilan dan kontrasepsi. Sementara itu, lentigo berkaitan dengan faktor usia. Kelainan kulit tersebut biasanya terjadi pada usia di atas 40 tahun.

***

Kurang lebih itulah yang dapat kita ketahui tentang freckles. Jika dahulu banyak orang yang berusaha menempuh beragam cara untuk menghilangkan frackles, tren ini berubah. Sebab pada saat ini orang justru berlomba-lomba “menumbuhkan” frackles di wajahnya. Alasannya beragam, mulai dari kesan eksotisme hingga estetika.

Kendati demikian, dengan atau tanpa freckles, usahakan tetap jaga kondisi alamiah kulit wajah Anda. Sebab seperti kita ketahui bersama, kulit wajah merupakan bagian yang sensitif. Alih-alih mempercantik penampilan Anda, jangan sampai “rekayasa” yang Anda lakukan malah berbalik menjadi bahaya.

Read more

Fakta Mengenai Trypophobia

Pernahkah Anda merasakan kulit Anda merinding saat melihat sarang madu atau bunga lotus? Jika demikian, Anda mungkin memiliki kondisi aneh yang disebut trypophobia: rasa takut akan sekelompok lubang kecil, benjolan, atau pola lainnya.

Kondisi ini menghasilkan perasaan jijik dan juga dapat menyebabkan Anda ketakutan, kecemasan, gatal-gatal pada kulit, dan gejala lainnya. 

Sebuah penelitian telah mengungkapkan bahwa orang-orang yang merasa sangat cemas melihat gelembung pada kopi mereka menderita fobia aneh yang dikenal sebagai Trypophobia. Hal tersebut memiliki eksistensi yang kuat pada orang-orang di seluruh dunia dan banyak orang takut pada hal-hal berbentuk bulat, seperti lepuhan. Hal ini terjadi karena sebagian besar penyakit menular diketahui disebabkan oleh bakteri atau virus bulat. Dan gejala-gejala penyakit ini muncul di berbagai penyakit seperti cacar air, campak, kurap dan dalam bentuk lepuh bulat. Hal ini membuat benda-benda bulat dan bernoda tampak menyeramkan bagi manusia secara umum.  

Berikut beberapa fakta tentang Trypophobia yang perlu Anda ketahui:

  1. Beberapa dokter dan spesialis masih percaya bahwa tidak ada rasa takut akan lubang. Meskipun, banyak orang di seluruh dunia mengklaim bahwa mereka menderita trypophobia.
  2. Orang yang menderita fobia ini cenderung merasa mual saat melihat lubang atau lepuhan berkerumun. Banyak orang yang telah mendiagnosis diri mereka sendiri dengan trypophobia dan membuat halaman dan kelompok terpisah untuk mendiskusikan gejala-gejala yang mereka miliki dengan orang yang sama.
  3. Gejala trypophobia termasuk ketidaknyamanan yang kuat dan gatal saat melihat sesuatu dengan sekelompok lubang atau lepuh. Polong biji teratai, spons, sarang lebah, dapat memicu gejala pada Anda yang menderita fobia ini.
  4. Tidak ada tes diagnostik untuk mendeteksi trypophobia. Anda dapat mendiagnosis fobia ini hanya dengan menganalisis reaksi Anda ketika melihat gambar atau bentuk dengan banyak lubang seperti lepuhan.
  5. Penderita trypophobia dapat menjalani hidup normal seperti halnya orang lain.  Namun, mereka tidak dapat melakukan kontak dengan apa pun yang memiliki banyak lubang di dalamnya. Bahkan melihat gambar seperti itu dapat membuat Anda yang memiliki trypophobia mengalami serangan panik.  
  6. Menurut penelitian, trypophobia bisa menjadi versi berlebihan dari respons alami Anda terhadap tanda atau isyarat parasit atau penyakit yang ingin Anda hindari.

Apabila Anda berharap untuk mengetahui apakah Anda menderita trypophobia, ada banyak gambar, artikel, dan video yang didedikasikan untuk subjek fobia ini. Bahkan Anda juga dapat melakukan tes yang mengukur apakah Anda memiliki trypophobia atau tidak.

Untuk saat ini tidak ada obat resmi, yang direkomendasikan atau perawatan untuk trypophobia. Oleh karena itu, untuk mengatasi trypophobia, masih digunakan media standard yang bekerja untuk fobia standar, seperti terapi paparan dan terapi perilaku kognitif.

Read more