Category Penyakit

Wajib Tahu, Ini Dia Cara Perawatan HIV Sebagai Tindak Pencegahan

Meskipun obat untuk menyembuhkan HIV masih belum ditemukan, bukan berarti para pengidap HIV akan kehilangan harapan untuk dapat hidup dengan normal. Pasalnya, apabila dapat konsisten dan disiplin menjalani perawatan yang tepat, pengidap HIV dapat hidup berdampingan dengan orang-orang pada umumnya. Namun dengan catatan, para pengidap HIV harus taat dalam minum obat HIV setiap hari sesuai dengan ketentuan dokter sehingga tubuhnya dapat bekerja dengan baik untuk mempertahankan viral load yang tak terdeteksi secara efektif. Selain itu, pengidap juga harus memahami risiko penularan HIV secara seksual ke pasangan HIV-negatifnya. Aturan-aturan ini dapat dikatakan sebagai mekanisme pengobatan sekaligus pencegahan dari penularan virus itu sendiri.

Perawatan HIV Sebagai Langkah Pencegahan

Sebuah penelitian besar pada obat HIV terkini menunjukkan bahwa pengobatan dapat menjadi langkah pencegahan. Studi-studi ini memantau ribuan pasangan pria-wanita dan pria-pria di mana satu pasangan memiliki HIV dan yang lainnya tidak selama beberapa tahun. Tidak ada transmisi HIV yang terdeteksi ketika pengobatan HIV-positif dilakukan pada penekanan viral load. Ini menunjukkan bahwa jika Anda menjaga viral load tidak terdeteksi, secara efektif tidak ada risiko penularan HIV kepada pasangan meskipun dengan melakukan hubungan seks vaginal, anal, atau oral.

Patuhi Aturan Obat HIV agar Tetap Sehat dan Mencegah Penularan

Jika Anda memiliki HIV atau mengenal orang dengan HIV, penting untuk segera memulai terapi antiretroviral atau ART setelah dokter menyatakan diagnosis positif HIV. Jangan sepelekan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Pasalnya, obat-obatan yang diberikan setiap hari, berguna untuk mengurangi jumlah HIV dalam darah (viral load) ke tingkat yang sangat rendah. Upaya penekanan virus ini dilakukan untuk dapat membantu Anda agar tetap sehat dan mencegah penyakit.

Dalam hal ini, viral load akan dinyatakan sangat rendah saat tidak muncul dalam tes laboratorium standar. Kondisi ini disebut memiliki viral load yang tidak terdeteksi. Para pengidap HIV dapat menurunkan atau mempertahankan viral load menjadi tidak terdeteksi dengan mengonsumsi obat HIV setiap hari, persis seperti yang ditentukan oleh dokter. Biasanya kondisi ini dapat dicapai dalam 6 bulan setelah memulai pengobatan. Dengan begitu, pengidap dapat hidup sehat dan bertahan jauh lebih lama.

Manfaat lain dari penekanan viral load ini adalah para pengidap yang rutin dan konsisten minum obat HIV setiap hari seperti yang ditentukan tidak memiliki risiko penularan HIV secara seksual ke pasangan HIV-negatifnya. Ini merupakan langkah yang disebut pengobatan sebagai langkah pencegahan, yaitu penggunaan obat HIV untuk mencegah penularan HIV secara seksual.

Penekanan viral load ini sangat penting untuk diperhatikan oleh para pengidap karena dapat memberikan manfaat, diantaranya untuk mengurangi risiko penularan HIV ibu-ke-anak dari kehamilan, persalinan, dan menyusui. Jika seorang wanita yang hidup dengan HIV dapat konsisten mengonsumsi obat HIV seperti yang ditentukan selama kehamilan, persalinan, dan menyusui, ditambah dengan pemberian obat HIV kepada bayinya selama 4-6 minggu setelah dilahirkan, risiko penularan dari kehamilan, persalinan, dan persalinan dapat dikurangi.

Konsultasikan dengan Dokter HIV Anda

Bicaralah dengan dokter Anda tentang manfaat pengobatan HIV dan obat HIV mana yang tepat untuk Anda. Diskusikan seberapa sering Anda harus memeriksakan viral load Anda untuk memastikan viral load tetap tidak terdeteksi.

Namun, apabila hasil laboratorium Anda menunjukkan bahwa virus tersebut dapat dideteksi atau jika Anda mengalami kesulitan mengonsumsi setiap dosis obat yang diresepkan, Anda masih dapat melindungi pasangan dari penularan HIV dengan menggunakan metode lain untuk mencegah penularan HIV secara seksual. Beberapa cara di antaranya adalah dengan menggunakan kondom, melakukan hubungan seks yang lebih aman, dan/atau pemberian pre-exposure prophylaxi (PrPP) untuk pasangan yang HIV-negatif sampai viral load Anda tidak terdeteksi lagi.


Bicarakan dengan Pasangan Anda

Pengobatan sebagai upaya pencegahan dapat dilakukan sendiri atau bersama dengan pasangan untuk memaksimalkan pengamanan. Itulah sebabnya, penting bagi Anda untuk membicarakan tentang status HIV Anda dengan pasangan seksual. Selanjutnya, putuskan bersama metode pencegahan mana yang akan dilakukan demi kebaikan bersama. Itulah beberapa hal penting seputar upaya pengobatan yang juga dapat menjadi cara pencegahan penularan HIV. Semoga informasi ini bermanfaat, khususnya bagi Anda para pengidap atau hidup bersama pengidap.

Read more

Sebelum Kembali Sekolah, Pahami Pemulihan Flu dan Pilek pada Anak

Saat anak terserang pilek atau flu, para orangtua tentu ingin si kecil pulih seutuhnya sebelum kembali beraktivitas di sekolah. Sayangnya, pemulihan untuk infeksi virus ini terkadang cukup rumit. Meskipun flu dan pilek adalah penyakit biasa, ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan dalam penyembuhan dan pemulihannya sebelum akhirnya si kecil dapat kembali bersekolah.

Secara umum, flu dan pilek dapat sembuh setelah 7-10 hari sejak gejala pertama kali dirasakan. Namun, durasi ini dapat berubah tergantung pada keparahan dan banyak gejala lain yang dirasakan anak.

Jadi, kapan anak Anda dapat dinyatakan benar-benar sembuh dan pulih agar bisa kembali bermain dan bersekolah? Panduan ini dapat membantu Anda memutuskannya.

Kapan Anak Dapat Kembali ke Sekolah Setelah Flu dan Pilek?

Secara umum, anak-anak dapat segera kembali ke rutinitas mereka yang biasa jika demam tidak lebih dari 37 derajat dan tidak mengalami muntah atau diare selama 24 jam. Akan tetapi, Anda harus memastikan bahwa si kecil pulih tanpa bantuan obat penurun gejala. Pasalnya, pemberian obat dapat menghilangkan gejala tanpa membunuh virus itu sendiri.

Selain itu, sebelum menyuruhnya kembali bermain dan sekolah, pastikan anak Anda sudah mendapatkan asupan minum dan buang air kecil dalam jumlah normal. Hal ini penting untuk mengetahui bahwa ia sudah terhidrasi dengan baik. Perhatikan pula gejala lain, seperti batuk, dapat dikendalikan sehingga tidak mengalihkan perhatiannya dari kelas.

Meskipun begitu, jangan sepelekan insting Anda sebagai orangtua. Jika Anda melihatnya masih belum seutuhnya pulih, biarkan ia beristirahat lagi di rumah hingga Anda benar-benar yakin.

Kapan Anak Dapat Bermain Bersama Teman-Temannya?
Flu pada anak-anak sangat mudah menular, meskipun saat baru terinfeksi atau saat masa penyembuhan. Itulah sebabnya, pastikan anak Anda benar-benar dalam keadaan sembuh dan pulih sebelum kembali bermain dengan teman-temannya. Tambahkan waktu istirahat dari bermain dengan teman selama 5-7 hari agar tidak menularkan virusnya. Tambahkan waktu istirahat jika anak Anda tampak memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala pilek biasanya muncul 1 hingga 3 hari setelah anak Anda terinfeksi virus. Hari-hari pertama munculnya gejala pilek, batuk, dan bersin adalah saat yang paling mungkin untuk menularkan virus pada anak lain. Meskipun begitu, Anda tetap perlu menjauhkannya dari teman-temannya selama 4-5 hari setelah itu, karena faktanya, virus pilek dan flu dapat bertahan hingga 3 minggu. Maka, berhati-hatilah membiarkan anak yang sedang flu atau pilek berada di sekitar bayi dan anak-anak yang lebih kecil.

Kapan Anak Dapat Kembali Berolahraga?
Kebanyakan anak-anak dan remaja yang terkena pilek dan flu ingin segera kembali beraktivitas seperti biasa, khususnya mereka yang sangat aktif dengan kegiatan fisik seperti olahraga. Sayangnya, mereka tidak dapat melakukannya dengan tubuh yang demam. Apalagi berlari atau bermain dapat memperburuk gejala seperti batuk.

Untuk dapat kembali pada aktivitas fisik seperti olahraga, anak Anda harus benar-benar bebas dari gejala selama sekitar 48-72 jam. Ia juga harus makan dan minum dengan cukup baik sehingga memiliki energi yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas fisik berat.

Kapan Anak Dapat Menginap Bersama Teman-Teman?
Tidak hanya aktivitas fisik seperti olahraga yang perlu ditunda sementara, kegiatan santai seperti menginap dengan teman-teman juga perlu Anda batasi. Sebab, menginap bersama teman akan menghabiskan waktu istirahat untuk bermain hingga tidur larut. Selain itu, yang terpenting, Anda tentu tidak ingin anak Anda berada dekat dengan teman-temannya selama berjam-jam dan menyebarkan virus ke anak-anak lain.
           

Itulah beberapa hal yang perlu Anda pahami saat masa pemulihan flu dan pilek pada anak. Jika ragu apakah anak Anda masih sakit atau sudah cukup sehat, pastikan untuk selalu percaya pada perasaan Anda. Menghadapi virus flu memang tidak sesulit itu. Namun, Anda pemulihannya juga membutuhkan waktu agar virus penyebab pilek atau flu benar-benar lenyap. Ingat, beberapa virus mampu bertahan lebih lama dari yang lain.

Read more