Category Psikologi

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Bulimia Nervosa

Bulimia nervosa merupakan sebuah penyakit kejiwaaan serius dan dapat mengancam nyawa. Penyakit ini merupakan sebuah gangguan makan di mana seseorang akan makan dengan berlebihan untuk kemudian mencoba mengimbanginya dengan melakukan olahraga secara berlebihan, memuntahkannya, atau menggunakan obat pencahar. Para peneliti memperkirakan bahwa bulimia nervosa memengaruhi sekitar 1,1 hingga 4,6 persen wanita dan 0,1 hingga 0,5 pria di sepanjang hidup mereka. Di Amerika Serikat sendiri, bulimia nervosa merupakan gangguan makan yang paling umum dijumpai.

Gejala utama bulimia nervosa adalah makan berlebih yang diikuti dengan memuntahkan makanan tersebut sebagai kompensasi makan berlebih. Seseorang akan makan makanan berkalori tinggi dalam jumlah yang besar (lebih dari 3000 kalori) dan dalam waktu yang singkat. Sulit untuk berhenti“binge eating” apabila aktivitas tersebut telah dilakukan. Setelah “binge eating”, seseorang akan merasa kembung, bersalah, malu, dan kecewa dengan diri sendiri. Ada rasa takut yang besar ia akan bertambah berat badan. Untuk mengatasinya, seseorang akan mengurangi risiko bertambahnya berat badan dengan membuat diri muntah, berolahraga secara berlebih, diet dan puasa, serta penggunaan obat pencahar, enema, dan diuretic secara berlebih. Bahkan, penderita bulimia nervosa dapat menggunakan zat-zat terlarang seperti amphetamines.

Gejala

Orang-orang yang memiliki bulimia nervosa rata-rata memiliki berat badan yang normal. Sulit untuk melihat tanda dan gejala penyakit ini karena mereka akan mencoba menyembunyikannya. Indikasi perilaku seorang penderita bulimia di antaranya adalah obsesi terhadap makan dan makanan, sering makan sendiri, banyak uang dihabiskan untuk makanan, pergi ke kamar mandi setelah makan, menyembunyikan atau menimbun makanan, berolahraga secara kompulsif, terus mengeluh memiliki berat badan berlebih, dan makan dalam jumlah banyak. Obat-obatan seperti obat pencahar, pil diet, diuretic, dan emetic untuk membuat diri muntah dapat disembunyikan.

Sementara itu, gejala fisik penderita bulimia nervosa adalah dehidrasi parah, kekurangan nutrisi yang menyebabkan kesehatan buruk, perubahan berat badan, gangguan refluks asam, tenggorokan yang meradang dan kerusakan gigi akibat keasaman muntah, menstruasi yang tidak teratur pada wanita, pipi yang bengkak akibat kerusakan pada kelenjar parotid, dan pembuluh darah pecah pada mata. Teman atau keluarga dapat memperhatikan penderita bulimia nervosa terlihat cemas dan depresi. Pasien biasanya sadar mereka memiliki masalah ini, namun mereka terlalu malu sehingga tidak dapat membicarakan kondisi yang dimiliki dengan orang lain.

Faktor risiko

Wanita memiliki risiko lebih tinggi menderita bulimia nervosa dibandingkan dengan pria. Bulimia biasanya berawal pada masa akhir remaja hingga awal masa dewasa. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bulimia termasuk:

  • Biologi. Orang-orang dengan saudara dekat (orangtua, anak, dan saudara kandung) yang memiliki gangguan makan memiliki risiko lebih besar mengembangkan gangguan makan serupa. Ini menunjukkan adanya potensi hubungan genetik. Kelebihan berat badan saat masa kanak-kanak dan remaja juga dapat meningkatkan risiko bulimia nervosa.
  • Gangguan emosi dan psikologi. Depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan penggunaan zat-zat tertentu dihubungkan dengan gangguan makan. Orang-orang dengan bulimia memiliki perasaan negatif terhadap diri mereka sendiri. Dalam beberapa kasus, kejadian traumatis dan stres lingkungan dapat menjadi faktor penyebab bulimia nervosa.

Bulimia nervosa juga dapat terjadi pada orang-orang yang sedang diet. Kebanyakan orang dengan bulimia membatasi asupan kalori berlebih di antara episode “binge eating”, yang kemudian malah akan memicu keinginan untuk “binge eating” kembali, dan untuk kemudian memuntahkannya.

Read more