Category Uncategorized

Gejala Hidrosefalus Berdasarkan Kelompok Usia

Hidrosefalus adalah suatu kondisi yang terjadi ketika cairan menumpuk di tengkorak dan menyebabkan otak membengkak. Namanya berarti “air di otak”. Lalu bagaimana cara mengetahui gejala dari hidrosefalus?

hidrosefalus

Hidrosefalus dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering terjadi pada bayi dan orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. Namun, tanda dan gejala hidrosefalus agak berbeda menurut usia permulaan. Berikut gejala hidrosefalus berdasarkan usia:

Tanda dan gejala umum hidrosefalus pada bayi meliputi:

Perubahan di kepala

  • Kepala yang luar biasa besar
  • Peningkatan ukuran kepala yang cepat
  • Titik lunak yang menonjol atau tegang (ubun-ubun) di bagian atas kepala

Tanda dan gejala fisik

  • Muntah
  • Kantuk
  • Sifat lekas marah
  • Pemberian makan yang buruk
  • Kejang
  • Mata tertuju ke bawah (mata terbenam)
  • Kekurangan otot dan kekuatan
  • Responsivitas yang buruk untuk disentuh
  • Pertumbuhan yang buruk

Gejala hidrosefalus pada balita dan anak yang lebih tua:

Tanda dan gejala fisik

  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Mata tertuju ke bawah (mata terbenam)
  • Pembesaran kepala balita yang tidak normal
  • Kantuk atau lesu
  • Mual atau muntah
  • Keseimbangan tidak stabil
  • Koordinasi yang buruk
  • Nafsu makan buruk
  • Kejang
  • Inkontinensia urin

Perubahan perilaku dan kognitif

  • Sifat lekas marah
  • Perubahan kepribadian
  • Penurunan kinerja sekolah
  • Penundaan atau masalah dengan keterampilan yang diperoleh sebelumnya, seperti berjalan atau berbicara

Tanda dan gejala umum hidrosefalus pada kelompok usia dewasa muda dan paruh baya meliputi:

  • Sakit kepala
  • Kelesuan
  • Kehilangan koordinasi atau keseimbangan
  • Kehilangan kontrol kandung kemih atau sering ingin buang air kecil
  • Gangguan penglihatan
  • Penurunan daya ingat, konsentrasi, dan keterampilan berpikir lainnya yang dapat memengaruhi kinerja pekerjaan

Di antara orang dewasa berusia 60 tahun ke atas, tanda dan gejala hidrosefalus yang lebih umum adalah:

  • Kehilangan kontrol kandung kemih atau sering ingin buang air kecil
  • Hilang ingatan
  • Hilangnya kemampuan berpikir atau bernalar secara progresif
  • Kesulitan berjalan, sering kali digambarkan sebagai gaya berjalan terseok-seok atau perasaan kaki tersangkut
  • Koordinasi atau keseimbangan yang buruk

Hidrosefalus disebabkan oleh ketidakseimbangan antara banyaknya cairan serebrospinal (CSF) yang diproduksi dan seberapa banyak yang diserap ke dalam aliran darah Anda.

Cairan serebrospinal diproduksi oleh jaringan yang melapisi ventrikel otak. Cairan ini mengalir melalui ventrikel melalui saluran interkoneksi. Cairan akhirnya mengalir ke ruang di sekitar otak dan tulang belakang. CSF ini diserap terutama oleh pembuluh darah di jaringan dekat dasar otak.

Cairan serebrospinal (CSF) mengalir melalui otak dan sumsum tulang belakang dalam kondisi normal. Dalam kondisi tertentu, jumlah CSF di otak Anda meningkat. Jumlah CSF dapat meningkat bila:

  • Penyumbatan berkembang yang mencegah CSF mengalir secara normal
  • Terjadi penurunan kemampuan pembuluh darah untuk menyerapnya
  • Otak Anda memproduksi terlalu banyak CSF

Terlalu banyak cairan ini membuat otak Anda terlalu tertekan. Tekanan ini bisa menyebabkan pembengkakan otak, yang bisa merusak jaringan otak Anda dan menyebabkan hidrosefalus.

Jika Anda menduga bahwa Anda atau anak Anda menderita hidrosefalus, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda dan gejala. Pada anak-anak, dokter memeriksa mata yang cekung, refleks lambat, fontanel menonjol, dan lingkar kepala yang lebih besar dari biasanya untuk usia mereka.

Hidrosefalus dapat berakibat fatal jika tidak ditangani. Perawatan tidak dapat memulihkan kerusakan otak yang sudah terjadi, tujuannya untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut. Hal ini melibatkan pemulihan aliran CSF yang normal. Oleh karena itu, jika Anda menduga adanya gejala hidrosefalus, segera konsultasikan dengan dokter.

Read more

Berdasarkan Program, Ini Besaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Bekerja dengan profesi apapun dan di manapun pastinya memiliki risiko tersendiri. Setidaknya, ada kemungkinan Anda tidak bisa lagi memperoleh penghasilan akibat tidak lagi bekerja karena masa pensiun ataupun kondisi kesehatan yang tidak memadai. Memiliki jaminan ketenagakerjaan menjadi salah satu solusi yang dapat Anda persiapkan untuk menyambut masa-masa tidak menyenangkan tersebut.

Di Indonesia, negara memiliki lembaga yang mengelola dana pertanggungan untuk para pekerja selepas masa pensiun maupun untuk mengurusi kecelakaan ataupun kondisi yang tidak diinginkan. Cukup dengan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan, Jamsostek yang kini sudah berubah nama menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyediakan pertanggungan untuk kondisi-kondisi selepas Anda bekerja.

Tentunya Anda bisa menikmati berbagai santunan dari program BPJS Ketenagkerjaan asalkan rajin membayar iuran. Berikut ini adalah iuran BPJS Ketenakerjaan yang mesti rutin Anda bayarkan tiap bulannya berdasarkan keempat program yang dimiliki lembaga negara ini.

  1. Iuran Jaminan Hari Tua

Jaminan Hari Tua merupakan program BPJS Ketenagkerjaan yang menyediakan layanan tabungan yang bisa diambil selepas Anda tidak bekerja lagi. Bentuk manfaat dari Jaminan Hari Tua adalah uang tunai yang merupakan akumulasi dari total nilai iuran BPJS Ketenagakerjaan Anda ditambah dengan bunga yang lebih tinggi dibandingkan tingkat bunga deposito. Asal tahu saja dalam periode tahun 2012—2016, tingkat rata-rata bunga tahunan untuk Jaminan Hari Tua mencapai 8,48%.

Bagi pekerja penerima upah, iuran yang mesti dibayar untuk mengikuti program ini sebesar 5,7 persen dari total upah yang dilaporkan. Di mana pekerja berkewajiban membayar 2 persen, sementara 3,7 persen ditanggung oleh pemberi kerja. Sementar itu bagi pekerja bukan penerima upah, iuran yang mesti dibayar sebesar 2 persen dari total pendapatan yang dilaporkan. Program ini juga bisa diikuti pekerja migran dengan pilihan iuran dari Rp105.000 sampai Rp600.000 per bulan.

  • Iuran Jaminan Pensiun

Jaminan Pensiun merupakan program BPJS Kesehatan yang hanya bisa diikuti oleh pekerja pemberi upah. Untuk mengikuti program jaminan ini, nilai iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar 3 persen dari upah yang dilaporkan. Dari jumlah tersebut, pekerja diwajibakan membayar 1 persen dan sisanya dibayarkan oleh perusahaan pemberi kerja.

Jaminan Pensiun menyediakan manfaat berupa uang tunai yang dibayarkan kepada peserta secara berkala hingga 15 tahun dari saat memasuki usia pensiun sampai peserta meninggal dunia. Dari program ini, nantinya para pensiunan berhak mendapatkan dana per bulan maksimal 40 persen dari upah yang diterimanya ketika masih bekerja.

  • Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja

Program yang satu ini bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, pekerja migran, serta pekerja proyek. Untuk pekerja penerima upah, iuran BPJS Ketenagakerjaan yang mesti dibayar untuk Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar 0,24—1,74 persen dari upah yang dilaporkan. Sementara itu bagi pekerja bukan penerima upah, iurannya sebesar  1 persen dari upah yang dikaporkan. Lalu untuk pekerja proyek, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja mulai 0,21% dari nilai proyek. Terakhir untuk pekerja migran, besaran iurannya senilai Rp370.000 di mana sudah termasuk iuran untuk program Jaminan Kematian juga.

Dengan mengikuti program ini, Anda berhak menerima manfaat pertanggungan perawatan medis tanpa batas sesuai dengan kebutunan jika mengalami kecelakaan ketika bekerja. Bahkan Anda juga bisa tetap menerima santunan senilai besaran upah selama 12 bulan selama Anda sakit. Jika sakit terus berlanjut lebih dari setahun, nilai santunan berkurang menjadi 50 persen dari upah yang biasa Anda terima.

  • Iuran Jaminan Kematian

Jaminan Kematian juga merupakan program BPJS Kesehatan yang bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, pekerja migran, serta pekerja proyek. Besaran iuran program ini untuk pekerja penerima upah sebanyak 0,3% dari upah yang dilaporkan dan ditanggung perusahaan. Lalu untuk pekerja bukan penerima upah, besaran iuran senilai Rp6.800. Untuk pekerja proyek, iuran Jaminan Kematian ditetapkan mulai 0,21 persen dari nilai proyek. Sementara untuk pekerja migran, nilai iurannya sudah digabung dengan Jaminan Kecelakaan Kerja senilai Rp370.000.

Dengan mengikuti program ini, Anda berhak menerima manfaat untuk biaya kematian sampai santunan kepada ahli waris. Total nilai manfaat Jaminan Kematian yang bisa diberikan kepada peserta program ini sebesar Rp42 juta.

Sekarang sudah tidak bingung lagi bukan mengenai besaran iuran BPJS Kesehatan? Dengan iuran yang lumayan terjangkau, nyataya manfaat yang bisa diterima nantinya cukup banyak dan menguntungkan.

Read more

Terapi Sensori Integrasi

Pijatan bisa menjadi salah satu cara terapi sensori integrasi

Terapi sensori integrasi merupakan metode terapi yang dapat membantu anak yang mengalami gangguan sensori integrasi. Sensori integrasi merupakan proses organisasi dan interpretasi yang dilakukan oleh otak ketika menerima sensorik dari bagian luar tubuh manusia. Informasi sensorik bisa meliputi penglihatan, suara, bau, rasa, gerakan, dan sentuhan.

Sensori integrasi berkembang seiring perkembangan aktivitas anak, dan memiliki peran penting dalam proses belajar dan perilaku anak. Namun, pada sebagian kasus, sensori integrasi tidak berkembang dengan baik sehingga dapat menyebabkan gangguan pada proses belajar, perilaku, dan pertumbuhan anak. Gangguan sensori integrasi sering dialami oleh anak yang mengidap autisme atau masalah perkembangan lainnya.

Oleh karena itu, anak-anak yang mengidap gangguan seperti ini perlu melakukan terapi sensori integrasi. Dengan terapi ini, anak akan dihadapkan pada stimulus sensorik yang dilakukan berulang kali. Seiring berjalannya waktu, otak anak bisa beradaptasi dengan memproses dan memberikan respons terhadap stimulus sensorik.

Mengapa Terapi Sensori Integrasi Perlu Dilakukan?

Anak-anak yang mengalami gangguan seperti autisme dapat menyebabkan masalah yang mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak. Hal tersebut dapat membuat anak kurang atau terlalu sensitif terhadap stimulus sensorik di sekitarnya. Oleh karena itu, terapi sensori integrasi diperlukan. Terapi sensori integrasi dapat membantu anak mengatasi kesulitan dalam memproses input sensorik.

Jenis-Jenis Terapi Sensori Integrasi

Terapi sensori integrasi dilakukan oleh ahli terapi okupasi. Menurut American Occupational Therapy Association, terapi sensori integrasi dibagi menjadi 5 jenis, antara lain:

  • Intervensi

Jenis ini dilakukan dengan melibatkan aktivitas dan peralatan untuk mengatur fungsi sensorik dan motorik seperti berayun dan memijat.

  • Akomodasi dan adaptasi

Jenis ini dilakukan dengan memberikan perlengkapan untuk membantu anak menyesuaikan diri dengan sekitarnya seperti menggunakan penutup telinga untuk mengurangi stimulus suara.

  • Program diet sensorik

Jenis ini melibatkan strategi sensori individual pada anak dengan pengaturan tertentu.

  • Modifikasi lingkungan

Jenis ini dilakukan dengan memberikan perlengkapan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan seperti dekorasi yang menyenangkan.

  • Edukasi

Edukasi dilakukan untuk memberikan wawasan tentang hal yang perlu diketahui.

Terapi Sensori Integrasi Di Rumah

Beberapa aktivitas dalam terapi sensori integrasi juga dapat dilakukan di rumah dimana ahli terapi dapat mengajarkan dan menyediakan orang tua atau pengasuh informasi yang perlu diterapkan kepada anak supaya anak dapat terus belajar untuk mengembangkan diri.

Di rumah, Anda dapat mencoba membantu perkembangan anak dengan melatih cara-cara sebagai berikut:

  • Kepekaan terhadap penglihatan.
  • Kepekaan terhadap suara.
  • Kepekaan terhadap sentuhan.
  • Kepekaan terhadap cita rasa.

Risiko Terapi Sensori Integrasi

Sama seperti jenis terapi lain, terapi sensori integrasi juga dapat menimbulkan risiko pada anak, namun bergantung pada kondisi anak. Sebagian penelitian mengungkapkan bahwa terapi sensori integrasi merupakan cara yang efektif untuk membantu memperbaiki perkembangan dan perilaku anak.

Di sisi lain, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa terapi sensori integrasi dapat memicu efek negatif berupa peningkatan perilaku menyakiti diri dan gerakan yang dilakukan secara terus menerus (seperti tangan yang terus diayun). Meskipun demikian, para peneliti masih membutuhkan penelitian lebih lanjut terkait dengan masalah ini.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang terapi sensori integrasi yang perlu Anda ketahui. Jika Anda punya anak yang memiliki masalah psikologis, Anda dapat mencoba terapi ini. Namun, ada baiknya jika Anda berkonsultasi dengan terapis apakah terapi tersebut aman untuk dilakukan atau tidak. Pada prinsipnya, terapi ini juga dapat menimbulkan risiko yang perlu diwaspadai.

Terapi sensori integrasi dapat membantu memperbaiki pola hidup anak agar anak dapat menghadapi tantangan atau masalah tanpa mengganggu kondisi psikologis mereka.

Read more

Masker Alami

Masker alami untuk menghilangkan jerawat dan klaim di baliknya

Salah satu cara agar seseorang dapat menjaga kulit wajah dengan baik adalah dengan menggunakan masker. Anda dapat membeli masker baik melalui toko maupun secara online. Anda juga sebenarnya dapat membuat masker alami.

Anda cukup hanya menggunakan bahan-bahan yang digunakan di dapur berupa kunyit, madu, teh hijau, dan zaitun. Jika Anda punya bahan-bahan seperti ini, Anda dapat memulai membuat masker sendiri.

Ada berbagai masker alami yang dapat Anda coba di rumah untuk memberikan sensasi yang nyaman pada kulit wajah Anda. Berikut adalah cara-cara yang dapat Anda lakukan:

  1. Masker kunyit dan madu

Kunyit dan madu adalah salah satu kombinasi yang sebaiknya Anda coba, karena kunyit memiliki sifat antiradang, dan madu merupakan bahan antioksidan. Kedua bahan tersebut dapat digunakan untuk menenangkan kulit yang meradang dan mencegah terjadinya jerawat.

Anda perlu menggunakan kedua bahan ini dengan takaran sebanyak setengah sendok teh kunyit dan 1 sendok makan madu. Anda campurkan kedua bahan tersebut, kemudian oleskan ke wajah Anda. Setelah itu, Anda diamkan selama 10 hingga 15 menit, lalu Anda bilas wajah Anda hingga bersih.

  1. Masker gel lidah buaya dan kunyit atau teh hijau

Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan gel lidah buaya dan kunyit atau teh hijau. Lidah buaya dapat digunakan untuk menenangkan kulit wajah dan mencegah terjadinya jerawat.

Anda dapat mencampur gel lidah buaya dengan kunyit atau teh hijau untuk mencegah kulit sensitif. Anda perlu campurkan bahan-bahan tersebut dan oleskan ke wajah Anda. Setelah itu, Anda tunggu selama 15 hingga 20 menit. Lalu, Anda bilas wajah Anda sampai bersih.

  1. Masker tea tree oil dan minyak pelarut

Anda dapat menggunakan tea tree oil dan minyak pelarut untuk membersihkan wajah Anda. Tea tree oil dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat. Tea tree oil juga memiliki sifat antibakteri dan antiradang.

Anda hanya perlu meneteskan sedikit tea tree oil ke tetes minyak pelarut. Minyak pelarut yang dapat digunakan adalah minyak zaitun, minyak jojoba, dan minyak sweet almond. Setelah itu, Anda pijat ke bagian wajah Anda dengan campuran tea tree oil dan minyak pelarut. Setelah itu, Anda diamkan selama 5 hingga 8 menit, kemudian Anda bersihkan wajah Anda dengan handuk hangat.

  1. Masker tea tree oil dan clay mask

Anda juga dapat menggunakan tea tree oil dengan clay mask. Anda perlu tuangkan ke clay mask sebanyak 1 hingga 2 tetes. Anda dapat menggunakan kedua bahan tersebut untuk membuat pembatas antara kulit dengan zat yang dapat menimbulkan iritasi.

  1. Masker witch hazel, air mawar, air teh putih, dan clay mask

Witch hazel adalah bahan lain yang dapat Anda gunakan untuk mencegah kulit berminyak. Tidak hanya itu, witch hazel juga memiliki sifat antibakteri dan antiradang untuk mengatasi jerawat pada kulit wajah.

Anda dapat mencoba mencampurkan beberapa tetes witch hazel dengan air mawar atau air teh putih. Setelah itu, air tersebut dicampurkan ke bentonite clay mask. Kemudian Anda aplikasikan clay mask ke wajah Anda, dan biarkan selama 10 menit. Setelah itu, Anda bersihkan wajah Anda dengan lembut dan menggunakan handuk basah yang bersih.

  1. Masker kayu manis dan madu

Kayu manis dan madu dapat Anda gunakan untuk melawan bakteri dan mengurangi peradangan dimana masalah tersebut dapat memicu jerawat pada kulit wajah. Anda hanya perlu mencampurkan 1 sendok teh kayu manis dan 2 sendok makan madu. Setelah itu, Anda oleskan ke wajah Anda dan biarkan selama 10 hingga 15 menit. Kemudian Anda bilas wajah Anda dan tepuk-tepuk sampai kering.

Itulah bahan-bahan yang bisa Anda coba di rumah untuk membuat masker alami. Langkah-langkahnya cukup mudah untuk dilakukan. Jika Anda telah mencoba bahan-bahan yang disebutkan di atas, namun hasilnya tidak baik, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter.

Read more

Manfaat Shea Butter untuk Wajah

Shea butter merupakan sejenis lemak alami yang diperoleh dari hasil ekstraksi pohon Shea. Warnanya putih atau kuning gading, dengan tekstur yang lembut, sehingga mudah dioleskan merata di kulit wajah. Bahan produk kecantikan dengan asam lemak dan vitamin ini sangat ideal sebagai kosmetik yang menghaluskan kulit. Kenali 3 karakteristik shea butter berikut ini, yang berguna bagi wajah.

3 Karakteristik Shea Butter

Anda tidak perlu meragukan manfaat shea butter. Sejak lama, masyarakat dunia mengenalnya untuk perawatan kecantikan kulit sehari-hari. Setidaknya, ada 3 karakteristik shea butter yang bisa melindungi kecantikan kulit Anda.

  1. Antiinflamasi
    Shea butter telah terbukti memiliki sifat antiinflamasi. Ruam kemerahan dan bengkak di wajah dapat diatasi dengan mengoleskan shea butter sebagai masker. Asam lemak dan vitamin K dalam shea butter dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka.

  2. Emolien
    Karena kelembapannya, shea butter dapat cepat diserap kulit dan menjadi pelindung alami yang akan mengunci kelembapan wajah. Efeknya dapat bertahan hingga beberapa jam. Tidak seperti pelembap lain yang hanya bertahan 1 jam.
  3. Antipenuaan
    Shea butter memiliki kandungan asam oleat, linoleate, dan stearic yang tinggi. Asam efektif melawan stres, sekaligus menangkal racun radikal bebas yang merusak sel-sel kulit. Kandungan dalam shea butter berguna membantu regenerasi kulit. Jadi, kulit Anda lebih kencang dan tampak awet muda. Vitamin E dalam shea butter juga membantu melindungi kulit dari sinar UV matahari. Meski demikian, Anda tetap perlu menggunakan tabir surya dengan SPF lebih dari 30 untuk memaksimalkan perlindungan kulit.

Cara Menggunakan Shea Butter untuk Wajah

Anda bisa membeli produk berbahan shea butter di apotek, toko kesehatan atau online shop. Cara termudah untuk menggunakan shea butter adalah mengoleskannya langsung ke wajah sebelum tidur di malam hari. Pakai shea butter sebagai perawatan kulit wajah secara teratur. Anda juga bisa menggunakannya sebagai masker. Jangan lupa untuk membersihkan wajah terlebih dahulu dengan sabun muka, atau membasuhnya dengan air hangat. Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat masker shea butter di rumah.

Bahan:

  • 1 sendok madu
  • 3 tetes minyak biji anggur
  • 1 sendok shea butter

Cara membuat:

  • Aduk semua bahan di atas hingga merata
  • Oleskan ke wajah secara merata
  • Diamkan selama 10-12 menit
  • Bersihkan wajah dengan air hangat dan keringkan dengan kain bersih dengan cara ditepuk-tepuk
Read more

Hipersomnia: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatannya

Hipersomnia merupakan gangguan tidur yang menimbulkan rasa kantuk berlebihan di siang hari. Tidak jarang, penderita Hipersomnia akan tidur seharian atau sulit terjaga sepanjang hari.

Orang yang mengidap Hipersomnia dapat tertidur kapan saja dan di mana saja. Misalnya, seperti di kantor atau bahkan saat mereka sedang mengemudi. Tentunya, hal ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan sangat berbahaya bagi keselamatan.

Penyebab Hipersomnia

Ada beberapa penyebab Hipersomnia, di antaranya:

  1. Gangguan tidur narcolepsy (kantuk di siang hari) dan sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur).
  2. Kurang tidur di malam hari
  3. Kelebihan berat badan
  4. Konsumsi obat-obatan atau alkohol
  5. Cedera kepala atau penyakit neurologis, seperti penyakit Parkinson.
  6. Riwayat genetika (memiliki keluarga yang hipersomnia)
  7. Depresi

Cara Mendiagnosis Hipersomnia

Apakah Anda terkena hipersomnia? Untuk mengidentifikasi gangguan tidur ini, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter Anda.

Dokter akan menanyakan bagaimana kebiasaan tidur Anda? Berapa lama waktu tidur Anda di malam hari? Apakah Anda sering terjaga di malam hari dan siangnya merasa sangat mengantuk?

Dokter juga akan menanyakan tentang masalah emosional atau mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat menimbulkan masalah gangguan tidur.

Selain itu, dokter juga mungkin meminta Anda untuk tes darah, CT scan, dan tes tidur yang disebut polysomnography.

Pengobatan Hipersomnia

Setelah mengetahui gejala-gejala hipersomnia, lalu bagaimana cara mengobatinya? Dokter akan meresepkan berbagai obat yang tepat. Di antaranya seperti stimulan, antidepresan, serta beberapa obat baru (misalnya, Provigil dan Xyrem).

Sedangkan, bagi para penderita gangguan tidur yang didiagnosis sleep apnea, dokter akan meresepkan pengobatan yang dikenal sebagai CPAP atau tekanan saluran udara positif terus-menerus.

Dengan CPAP, penderita akan diminta menggunakan masker di hidung saat tidur. Sementara itu, mesin CPAP akan mengalirkan udara secara terus-menerus melalui selang yang dimasukkan ke lubang hidung dan terhubung dengan masker.

Tekanan dari udara yang mengalir ke lubang hidung dapat membantu menjaga saluran udara tetap terbuka. Sehingga mengurangi gangguan saluran pernapasan pada penderita sleep apnea.

Apabila Anda didiagnosis hipersomnia dan sedang mengonsumsi obat, tanyakan ke dokter apakah obat yang diresepkan memiliki efek samping lain seperti mengantuk.

Lebih baik, kurangi konsumsi obat dengan mencoba tidur lebih banyak di malam hari. Selain itu, tetap menjaga gaya hidup sehat dengan menjauhi alkohol dan kafein agar Anda bisa tidur lebih mudah.

Selama ini orang dengan hipersomnia kerap divonis sebagai “pemalas” karena senantiasa tidur sepanjang hari dari waktu ke waktu. Padahal, faktanya hal ini merupakan gangguan tidur yang harus segera diatasi dan dicari solusi terbaik ke dokter. Semoga informasi yang diberikan bisa bermanfaat untuk mengenal gejala dan penyebab hipersomnia.

Read more

8 Mitos atau Fakta Seputar Masturbasi

Masturbasi adalah kegiatan fisik yang normal. Susan Kellog-Spadt, PhD dari Center for Pelvic Medicine Pennsylvania mengatakan bahwa masturbasi tidak ada bedanya dengan bernapas atau pergi ke kamar kecil.

Namun bagi banyak orang, masturbasi masih memiliki stigma negatif dan tidak ada gunanya.. Beberapa stigma tersebut kadang berubah menjadi mitos yang tidak jelas kebenarannya. Oleh karena itu, mari pelajari fakta dan mitos masturbasi yang banyak beredar di masyarakat..

Mitos Masturbasi #1: Masturbasi Berlebihan Bisa Mengakibatkan Disfungsi Ereksi

Fakta: Dr. Spadt mengatakan bahwa disfungsi ereksi tidak disebabkan oleh masturbasi. Seseorang mungkin bisa menjadi terbiasa dengan sensasi sentuhan tangan sehingga lebih sulit mencapai orgasme saat berhubungan seks dengan pasangan.

Mitos Masturbasi #2: Orang-orang yang Sudah Berpasangan Tidak Bermasturbasi Lagi

Fakta: Ahli seksologi di Philadelphia, Justine Marie Shuey, PhD, mengatakan bahwa baik mereka yang sudah berpasangan atau masih lajang tetap melakukan masturbasi. Karena setiap orang punya kebutuhan seksual yang berbeda-beda, maka masturbasi adalah hal yang sehat dan normal.

Mitos Masturbasi #3: Masturbasi Bukan Bagian Normal dari Perkembangan Seksual

Fakta: Studi yang dipublikasikan Desember 2011 di JAMA Pediatrics mengemukakan bahwa sekitar 800 remaja berusia 14-17 tahun terdiri dari 74% pria dan lebih dari 48% wanita melakukan masturbasi. Setiap individu adalah makhluk seksual sejak lahir hingga tutup usia, jadi masturbasi merupakan hal yang wajar.

Mitos Masturbasi #4: Masturbasi Tidak Memberikan Manfaat Kesehatan

Fakta: Shuey mengungkapkan bahwa masturbasi memiliki serangkaian manfaat kesehatan, termasuk kualitas tidur yang lebih baik, meredakan stres dan rasa tertekan, mengurangi sakit kepala, meningkatkan konsentrasi, percaya diri, dan memberikan penampilan yang lebih muda serta kebugaran tubuh. Ada pula manfaat kesehatan spesifik bagi wanita, terutama yang sudah agak berusia, seperti mengatasi masalah kekeringan vagina dan sakit saat berhubungan seks.

Mitos Masturbasi #5: Anda Bisa Bermasturbasi Secara Berlebihan

Fakta: Masturbasi hanya akan dianggap berlebihan jika sampai mengganggu hubungan dengan pasangan, memengaruhi kesehatan, atau dijadikan pengganti dari pengalaman dunia nyata. Selain itu, jika masturbasi mengakibatkan sakit secara fisik, kendala emosional, masalah dalam hubungan atau kebiasaan, maka Spadt menganjurkan agar kegiatan masturbasi dikurangi. Dia juga mengatakan bahwa hanya segelintir orang yang akan mencapai titik berlebihan tersebut.

Mitos Masturbasi #6: Orang Hanya Bermasturbasi saat Sendirian

Fakta: Beberapa pasangan bisa bermasturbasi bersama dan menjadikannya sebagai bagian dari aktivitas seksual rutin, terang Spadt. Beberapa orang juga menikmati proses saling masturbasi atau melakukan masturbasi untuk mencapai orgasme sebagai salah satu bentuk dari kontak seksual. Masturbasi sesama pasangan adalah cara yang baik untuk mempraktekkan kehidupan seks yang aman dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Mitos Masturbasi #7: Anak-anak Tidak Boleh Bermasturbasi

Fakta: Masturbasi adalah normal dan sehat pada usia berapapun. Shuey menerangkan bahwa walaupun tidak bisa disebut masturbasi sesuai definisi yang kita ketahui, anak kecil juga senang memegang bagian tubuh seperti genital untuk merasakan sensasi yang berbeda. Planned Parenthood menganjurkan agar orangtua mengajarkan kepada anak bahwa menyentuh bagian genital adalah normal untuk kesehatan seksual, hanya saja harus dilakukan secara privasi.

Mitos Masturbasi #8: Masturbasi Akan Membuat Anda ButaFakta: Banyak mitos masturbasi, termasuk membuat buta, muncul karena persepsi bahwa seks hanyalah untuk reproduksi, terang Shuey. Karena masturbasi tidak menghasilkan reproduksi, maka kegiatan ini sering dianggap bermasalah. Banyak juga mitos seks lainnya yang tidak benar, misalnya mengakibatkan kehilangan kewarasan, menyebabkan TBC, kematian, dan sebagainya.

Read more