Fakta Unik tentang Sidik Jari Manusia

Sidik jari merupakan salah satu bukti kuat yang dapat digunakan seseorang mengidentifikasi diri. Lewat sidik jari, orang mudah diidentifikasi baik itu pelaku tindak kejahatan, korban kejahatan ataupun korban bencana. Saat ini, sidik jari sudah bukan sekedar pemberi identitas di ijazah. Teknologi yang semakin maju, membuat sidik jari juga digunakan untuk meningkatkan keamanan pada smartphone maupun komputer. Berikut ini bocoran soal fakta seputar sidik jari manusia:

  1. Fakta tentang sidik jari

Sidik jari adalah kumpulan garis yang terbentuk di permukaan kulit jari-jari tangan bagian dalam. Karena setiap orang punya pola yang berbeda, maka sidik jari bisa digunakan sebagai alat identifikasi. Jadi, meski seseorang sudah mengubah wajah, nama, jenis kelamin, maupun identitasnya secara keseluruhan, sidik jari tetap mampu menjadi penanda yang otentik. Karena pentingnya keberadaan sidik jari, ilmu dalam mempelajari bagian tubuh ini terus berkembang. Prosedur yang dilakukan untuk mempelajari sidik jari sebagai metode identifikasi disebut sebagai daktiloskopi.

  1. Sidik jari sudah terbentuk dari awal kehamilan

Sidik jari sudah terbentuk saat kita masih berbentuk janin di dalam kandungan. Kondisi yang ada di dalam rahimlah yang dinilai mempengaruhi pola sidik jari setiap manusia. Beberapa faktor yang dianggap memengaruhi bentuk sidik jari antara lain:

  • Nutrisi yang diterima janin
  • Tekanan darah ibu saat hamil
  • Posisi janin di dalam rahim
  • Kecepatan pertumbuhan jari-jari di akhir trimester pertama kehamilan
  1. Tidak ada satupun di dunia yang punya sidik jari sama

Sejauh ini, belum pernah sama sekali ditemukan ada dua orang memiliki sidik jari yang sama. Bahkan, kembar identik pun memiliki perbedaan sidik jari meski informasi genetik atau DNA di tubuh mereka hampir semuanya sama. Sidik jari di tangan kanan dan kiri Anda sendiri saja juga sudah berbeda. Tidak percaya? Coba buka smartphone Anda yang sudah dilengkapi oleh pengaman sidik jari, menggunakan jari berbeda. Pasti, hal tersebut tidak bisa dilakukan.

  1. Sidik jari tidak bisa menempel di kain

Sidik jari bisa jadi alat identifikasi identitas karena garis-garis ini akan menempel di permukaan benda yang kita sentuh. Namun, hal ini tidak terjadi di semua permukaan benda. Sidik jari akan menempel dengan baik di dinding, cermin, plastik, ataupun logam. Namun, garis tersebut tidak akan menempel dengan baik di permukaan kain.

Sebab, sidik jari baru bisa menempel pada permukaan benda, saat kulit kita mengeluarkan minyak alami. Minyak tersebutlah yang akan membuat bekas sidik jari menempel di permukaan.Pada kain yang sifatnya menyerap, hal tersebut tidak terjadi. Sementara pada permukaan benda yang sifatnya lebih padat, bekas dan pola sidik jari bisa terlihat jelas.

  1. Sidik jari tidak bisa berubah

Seiring bertambahnya usia, akan ada banyak bagian tubuh yang berubah. Rambut mulai memutih, kulit mulai keriput, dan gigi mulai banyak yang terlepas. Namun, sidik jari akan tetap sama.Sejak lahir hingga berusia tua, pola tersebut akan tetap sama dan sah untuk dijadikan alat identifikasi identitas.

Sidik jari manusia merupakan ciri khas individu yang sangat khas dan tidak akan berubah seumur hidup. Maka dari itu, kumpulan garis ini sering digunakan sebagai identitas sah saat seseorang akan membuat dokumen seperti surat-surat penting.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>