Laki-Laki Lebih Rentan Kena Anaplasmosis

Di dunia, kita barangkali sudah mengenal beberapa jenis penyakit yang ditularkan oleh hewan kepada manusia, seperti rabies, demam berdarah, malaria dan lain sebagainya. Namun, dari berbagai jenis penyakit tersebut, terdapat juga anaplasmosis yang bisa ditularkan dari tungau atau kutu kepada manusia.

Secara umum, anaplasmosis adalah penyakit yang apabila terinfeksi pada manusia, maka orang tersebut umumnya tidak sadar terkena penyakit tersebut. Hal itu disebabkan karena gejala yang muncul sama dengan penyakit umum lainnya, seperti demam, sakit kepala, dan merasa pegal.

Dihimpun dari berbagai sumber, pada banyak kasus menunjukkan laki-laki lebih berpotensi terserang anaplasmosis daripada perempuan. Di sisi lain, faktor usia juga dapat mempengaruhi. Sebabnya, seseorang yang usianya lebih dari 40 tahun diyakini juga lebih berisiko terkena penyakit itu.

Meski berbagai penelitian menunjukkan hal itu, bukan berarti perempuan dan usia di bawah 40 tahun bebas dari risiko terkena anaplasmosis. Oleh karena, rutin konsultasi ke dokter perlu dilakukan apabila merasa pernah mengalami satu kondisi di mana bisa menyebabkan terkena penyakit tersebut.

Faktor-faktor tersebut seperti digigit oleh kutu. Hal itu karena melalui gigitannya, kutu bisa memindahkan bakteri anaplasma phagocytophilum kepada manusia. Di sisi lain, potensi terserang penyakit tersebut juga bisa meningkat apabila di antara pembaca lebih sering beraktivitas di luar rumah.

Hal ini lantaran kutu itu sendiri lebih sering ditemukan pada kondisi panas atau saat musim panas berlangsung. Sementara itu, jika anda terkena anaplasmosis, pada tahap-tahap awal memang tidak akan merasakan gejala.

Kondisi tersebut disebabkan karena dalam banyak kasus gejala penyakit tersebut baru dirasakan pengidap setelah satu atau dua minggu sesudah digigit oleh kutu. Ketika sudah mengalami gejala, biasanya pasien juga tidak sadar karena kerap dianggap penyakit biasa, seperti demam, lemas, pusing dan merasa pegal.

Berkaca pada kasus yang sudah-sudah, anaplasmosis pada manusia memang sedikit sekali yang berujung pada kematian atau dengan kata lain berakibat fatal. Hanya saja, jika tidak ditangani sesegera mungkin dalam pengobatan medis, maka pasien bukan tidak mungkin mengalami gejala yang lebih berat.

Oleh sebab itu, ketika anda merasakan gejala penyakit tersebut, ada baiknya memang langsung ke dokter. Adapun itu dilakukan untuk memberikan kepastian lebih lanjut. Perlu pembaca perhatikan, biasanya dalam kasus anaplasmosis, dokter akan menanyakan beberapa hal terkait aktivitas.

Berkenaan dengan hal itu, maka disarankan agar melakukan pencatatan aktivitas selama dua pekan terakhir, seperti seberapa sering berkegiatan di luar ruangan, daftar lokasi mana yang didatangi disertai kondisi lingkungan, dan lain sebagainya. Usahakan catatan ini ditulis dengan sedetail mungkin.

Selanjutnya, dokter biasanya juga bakal menanyakan gejala-gejala yang anda rasakan. Pada tahap ini, jangan sungkan untuk mengutarakan keluhan apa saja yang anda rasakan. Tentu itu akan sangat membantu dokter dalam mendiagnosis dan memberikan pengobatan.

Jika di antara pembaca kemudian dipastikan mengidap anaplasmosis, tentu anda tidak perlu panik karena penyakit tersebut bisa diobati. Biasanya, dokter akan menganjurkan pasien penyakit tersebut untuk mengkonsumsi antibiotik. Hal itu mengingat anaplasmosis disebabkan oleh bakteri.

Hanya saja, dalam memilih antibiotik pembaca tidak boleh asal karena harus sesuai sebagaimana dokter sarankan. Di sisi lain, karena obat anaplasmosis lebih banyak antibiotik, dalam berhenti mengkonsumsi obat itu harus sesuai petunjuk dokter, sekalipun pembaca sudah merasa lebih baik.

Dari penjelasan di atas, kita paling tidak tahu kalau anaplasmosis bisa diderita manusia akibat gigitan tungau atau kutu. Di sisi lain, laki-laki juga lebih rentan terinfeksi. Sekalipun jarang berakibat fatal, demi kebaikan jangan sungkan segera memeriksakan diri ke dokter apabila anda merasakan gejala penyakit tersebut.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>