Operasi Hernia Inguinalis Meninggalkan Dilema bagi Para Pria

Hernia adalah salah satu penyakit yang umum terjadi di Indonesia. Sedangkan para pria cenderung mengalami hernia inguinalis atau istilah populernya adalah turun berok. Hampir selalu kondisi itu akan berujung pada operasi. Masalahnya, operasi hernia inguinalis begitu dilematis bagi para pria.

Melalui berbagai penelitian, pria yang melakukan prosedur operasi hernia inguinalis akan mengalami disfungi seksual atau kondisi di mana mereka tak lagi bisa berhubungan seksual. Efek samping lain, walau tidak semenakutkan yang pertama dan tetap merupakan suatu mimpi buruk adalah, mereka akan mengalami rasa sakit saat buang air kecil atau sepanjang mereka bersanggama.

Hernia inguinalis atau turun berok adalah satu kondisi di mana usus atau jaringan dalam perut menjulur keluar lewat area dinding perut yang lemah, dalam hal ini melalui area inguinal atau selangkangan. Operasi dilakukan untuk memasukkan kembali jaringan yang keluar ke dalam rongga perut sebelum nantinya dokter akan melakukan penjahitan untuk menguatkan dinding atau area yang lemah itu.

Masalahnya adalah, penjahitan itu akan memengaruhi organ-organ seksual yang ada di selangkangan. Oleh karenanya, erat sekali hubungan operasi hernia inguinalis dengan terjadinya disfuksi seksual pada pria.

  • Fakta Terkait Hubungan Operasi Hernia Inguinalis dengan Disfungsi Seksual

Para peneliti telah menganalisis hubungan antara operasi hernia dengan disfungsi seksual terhadap 4.884 orang. Secara keseluruhan, 5,3 persen pria mengalami disfungsi seksual setelah operasi untuk mengatasi hernia inguinalis dan 9 persen pria mengalami nyeri selama aktivitas seksual.

Dalam praktiknya, operasi hernia inguinalis bisa dilakukan dengan dua metode, yakni bedah invasif minimal atau laparoskopi dan operasi terbuka dengan sayatan besar. Dari dua metode itu, laparoskopi atau bedah invasif minimal memiliki persentase gangguan seksual lebih besar ketimbang operasi terbuka. Walaupun kemungkinan merasakan sakit selama berhubungan seksual lebih rendah ketimbang mereka yang memilih operasi terbuka.

Dengan prosedur invasif minimal 7,8 persen pasien mengalami disfungsi seksual dan 7,4 persen memiliki aktivitas seksual yang menyakitkan setelahnya. Sementara dengan operasi “terbuka” yang lebih invasif, sekitar 3,7 persen pasien mengalami disfungsi seksual dan 12,5 persen memiliki aktivitas seksual yang menyakitkan.

Efek samping yang menjadi momok menakutkan bagi para pria itu juga dipengaruhi oleh teknis pembiusan sebelum melaksanakan operasi. Menurut Journal of American College of Surgeons, pria yang mendapat anestesi umum saat operasi terbuka mengalami disfungsi seksual sekitar 1,9 persen. Jumlah itu lebih sedikit daripada pria yang hanya mendapat anestesi lokal, yakni mencapai 6,2 persen.

Akan tetapi, studi ini hanya mengamati aktivitas seksual menyakitkan berdasarkan prosedur operasi yang menggunakan anestesi umum. Dari hasil itu dapat disimpulkan bahwa para pria harus mengetahui akan efek samping dari operasi hernia inguinalis yang akan mereka lakukan.

Kendati angka kemungkinan terjadinya efek samping dari operasi hernia inguinalis cukup besar, ada beberapa prosedur tetap yang akan diberikan dokter agar senantiasa dilakukan oleh pasien. Instruksi terkait hal-hal yang perlu dilakukan selama masa pemulihan itu di antaranya:

  • Boleh melakukan aktivitas ringan setelah pulang dari rumah sakit. Namun pasien perlu menghindari olahraga berlebih dan mengangkat beban berat selama beberapa minggu.
  • Menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan di area perut dan selangkangan. Pasien juga perlu berhati-hati saat mengubah posisi, seperti dari posisi tidur menjadi duduk.
  • Sebisa mungkin, hindari bersin atau batuk yang terlalu keras.
  • Banyak minum air dan mengonsumsi makanan kaya serat untuk mencegah konstipasi.

Dengan kenyataan itu, operasi hernia inguinalis tentu dirasa begitu dilematis terhadap para pria. Jika tidak dioperasi, mereka akan terus merasakan sakit lantaran penyakitnya tidak tertangani dengan baik, tetapi di sisi lain, mereka harus siap dengan segala risiko dan efek samping yang bisa saja mereka terima.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>