Penggunaan Vaksin Moderna Aman Untuk Lansia

Penggunaan Vaksin Moderna Aman Untuk Lansia

Vaksin COVID-19 tengah menjadi prioritas pengembangan produk kesehatan saat ini. Salah satu produsen yang melakukan kerja itu adalah perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Moderna Inc, dengan produknya yang biasa disebut Vaksin Moderna. 

Produk ini digadang-gadang sebagai salah satu yang terbaik karena dalam beberapa tahap uji coba vaksin ini berhasil menunjukkan efektivitas dan keamanan penggunaan terhadap kaum lanjut usia di atas 71 tahun.

Moderna adalah salah satu dari beberapa pembuat obat yang mengerjakan vaksin virus corona yang menggunakan teknologi RNA. Moderna disebut sukses menghasilkan antibodi pada orang tua dan lansia. Antibodi yang dihasilkan bahkan diklaim lebih tinggi daripada yang dimiliki pasien sembuh COVID-19. 

  • Dosis Aman Vaksin Moderna

Vaksin yang dikembangkan Moderna Inc. ini menghasilkan antibodi dan sel darah putih yang dikenal sebagai sel T pada 40 sukarelawan. Dalam penelitian ini setengah dari peserta berusia 56 hingga 70 tahun, setengah lainnya berusia lebih dari 70 tahun. Penelitian juga mengungkap tingkat antibodi dan sel T lebih tinggi pada 20 orang yang menerima dua dosis 25 mikrogram. Setiap relawan menerima suntikan dengan selang waktu 28 hari. 

Studi ini merupakan perpanjangan dari uji coba keamanan tahap I dalam pengujiannya, ada dua dosis vaksin yang digunakan, yakni 25 dan 100 mikrogram yang diberikan kepada 40 orang. Vaksin 25 mikrogram diberikan kepada orang berusia 56-70 tahun, sedangkan dosis 100 mikrogram untuk yang berusia 71 tahun lebih.

Hasilnya studi menunjukkan bahwa sukarelawan yang lebih tua yang menerima dua suntikan dengan dosis 100 mikrogram yang berjarak 28 hari menghasilkan tanggapan kekebalan yang setara dengan apa yang diamati pada orang usianya yang lebih muda.

  • Efek Samping

Meski dikatakan aman, Vaksin Moderna ini tetap memiliki efek samping. Efek samping yang diamati termasuk sakit kepala, kelelahan, nyeri tubuh, menggigil dan nyeri di tempat suntikan.  Mereka diklasifikasikan sebagian besar ringan sampai sedang. 

Namun, kasus reaksi parah juga dialami dua relawan. Satu relawan mengalami demam yang sangat tinggi setelah menerima dosis vaksin yang lebih rendah, sedangkan relawan lainnya mengalami kelelahan ekstrem sehingga sulit beraktivitas.

Meskipun begitu, peneliti menyebut bahwa efek samping dari Vaksin Moderna ini merupakan hal yang wajar setelah divaksin dan tergolong bisa diatasi dengan cepat. Hal tersebut mirip dengan apa yang dialami orang dewasa dengan usia lebih tua setelah disuntikkan vaksin influenza dosis tinggi.

  • Cara Kerja Vaksin Moderna 

Vaksin yang dikembangkan Moderna merupakan vaksin mRNA-1237 menggunakan asam ribonukleat (RNA), yakni pembawa pesan kimiawi yang berisi instruksi untuk membuat protein. Tidak seperti vaksin pada umumnya, vaksin RNA ini bekerja dengan cara memperkenalkan urutan mRNA (molekul yang memberitahu sel apa yang harus dikembangkan).

Ketika disuntikan pada manusia, vaksin akan menginstruksikan sel untuk membuat protein yang meniru permukaan luar virus corona, yang diakui tubuh sebagai penyerbu asing, dan melakukan respon kekebalan terhadapnya.

***

Studi membuktikan vaksin Covid-19 buatan Moderna beraksi dan aman untuk lansia. Vaksin Moderna ini mampu merangsang respons kekebalan pada pasien dalam uji klinis tahap awal tanpa menyebabkan efek samping berlebihan. Temuan ini meyakinkan karena kekebalan cenderung melemah seiring bertambahnya usia. Tujuan vaksinasi adalah untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh kita sehingga bisa memproduksi antibodi yang paling efektif sebelum seseorang terpapar patogen.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>