Perlukah Melakukan Rekonstruksi Kaki pada Kasus Flat Foot?

Apa itu flat foot?

Flat foot atau kaki rata adalah kondisi dimana bagian telapak kaki yang seharusnya melengkung menjadi rata. Biasanya, telapak kaki rata terlihat pada saat masih bayi atau balita. Hal ini wajar terjadi karena organ kaki di usia tersebut masih dalam proses perkembangan. Namun, menjadi tidak normal jika saat dewasa telapak kaki tetap datar, alias tidak memiliki lengkungan.  Seringkali, kasus flat foot ini adalah bawaan sejak lahir. Penyebab lainnya dapat berupa peradangan kaki, tendon robek, dislokasi atau perubahan posisi sendi, serta gangguan saraf. Penderita flat foot biasanya akan mengalami nyeri terutama di bagian tumit hingga alami kekakuan sepenuhnya. Rekonstruksi kaki bisa menjadi alternatif pemulihan kerusakan ini.

Seperti apa prosedur rekonstruksi kaki pada kasus flat foot?

Operasi rekonstruksi kaki perlu dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan fungsi lengkungan pada telapak kaki yang sebelumnya tidak ada. Pertama, dokter bedah akan memberikan anestesi umum di bagian kaki untuk mematikan rasa dan mengurangi rasa sakit pasca operasi. Saat operasi dimulai, dibuat tiga sayatan di bagian kaki, kemudian tendon yang rusak pada bagian punggung kaki diangkat dan diganti dengan fleksor digorum longus tendon (FDL). Prosedur ini disebut juga dengan rekonstruksi tendon tibialis posterior. 

Pada saat yang sama, dilakukan pula osteotomi kalkaneus, yaitu pemotongan tulang tumit untuk diperbaiki posisinya dengan sekrup logam. Hal ini karena dengan memposisikan kembali tulang tumit akan membantu meningkatkan potensi lengkungan pada bagian telapak kaki. Dokter bedah juga akan memasang plat logam di bagian atas kaki untuk meningkatkan lengkungan. Setelah operasi selesai, kaki akan diberikan gips hingga lutut untuk menghilangkan rasa sakit pasca operasi.

Berapa lama waktu pemulihan yang dibutuhkan pasca rekonstruksi kaki?

Setelah operasi, jika Anda sudah merasa nyaman dengan kondisi tubuh, dokter akan membolehkan Anda pulang. Tentunya, tetap diawasi  dan diberikan obat-obatan untuk mendukung pemulihan pasca operasi. Beberapa minggu pertama, Anda disarankan untuk memposisikan kaki lebih tinggi (di atas jantung) untuk mengurangi pembengkakan dan jangan terlalu banyak bergerak atau melakukan aktivitas berat, agar kaki tidak terbebani. Tidak kalah penting, hindari merokok dan mengonsumsi obat-obatan antiinflamasi, karena ini akan menghambat proses penyatuan tulang selama masa pemulihan.

Waktu pemulihan tiap orang bisa berbeda-beda. Umumnya, masa pemulihan pasca rekonstruksi kaki membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan, dengan pemeriksaan yang rutin ke dokter. Apabila hasil operasi sudah menunjukkan perkembangan yang baik, maka dokter sudah memperbolehkan gips Anda dilepas dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan tetap hati-hati.

Apakah ada cara lain selain dengan rekonstruksi kaki?

Tidak selalu kelainan kaki rata disembuhkan melalui rekonstruksi kaki. Beberapa cara lain untuk memperbaiki kaki rata adalah dengan menjalani fisioterapi dan konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Untuk fisioterapi, dilakukan dengan cara memberikan alat khusus berupa sol atau sepatu khusus sebagai latihan peregangan otot kaki. Adapun penyembuhan dengan obat antiinflamasi nonsteroid dilakukan apabila kaki rata disebabkan oleh rheumatoid arthritis untuk meredakan rasa nyeri akibat peradangan. Alternatif operasi rekonstruksi kaki dapat dilakukan apabila penyebab kaki rata adalah tendon yang rusak dan patah tulang. Dokter bedah akan memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Catatan

Sebelum Anda melakukan operasi rekonstruksi kaki untuk memulihkan flat foot, konsultasikan dengan dokter bedah terkait prosedur dan keamanannya. Anda juga perlu mempersiapkan waktu serta dana operasi dan pemulihannya hingga benar-benar kaki sembuh dan dapat digerakkan seperti biasa. Jika Anda mengalami ketidaknyamanan pasca operasi, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>