Golongan Darah tagged posts

Seperti Apa Prosedur Tes Golongan Darah?

Secara umum golongan darah dibagi menjadi delapan tipe yaitu empat tipe golongan darah A, B, AB, dan O yang tiap tipe tersebut dibagi lagi menjadi tipe golongan darah Rhesus positif dan Rgesus negatif. Pembagian golongan darah tersebut bukan tanpa arti dan memiliki makna klinis terutama bagi para pasien yang akan menjalani transfusi darah. Oleh karena itu penting mengetauhi tipe golongan darah dengan melakukan tes golongan darah.

APA PENTINGNYA MENJALANI TES GOLONGAN DARAH?

Proses transfusi darah mengharuskan tipe golongan penerima darah dan pemberi (donor) darah cocok supaya tidak terjadi reaksi transfusi. Reaksi transfusi terjadi akibat ketidakcocokan tipe golongan darah antar penerima dan donor sehingga sistem kekebalan tubuh penerima transfusi mengganggap darah donor sebagai benda asing.

Reaksi transfusi ditandai dengan gejala klinis yang berbahaya seperti demam, tekanan darah rendah, sesak, nafas pendek, nadi cepat, mengi, gelisah, muntah, dan urine berwarna merah. Meskipun telah dilakukan studi dan diketauhi bahwa di Indonesia dan benua Asia mayoritas penduduknya memiliki golongan darah Rhesus positif, tes golongan darah mutlak dilakukan untuk menghindari terjadinya reaksi transfusi.

BAGAIMANA PROSEDUR TES GOLONGAN DARAH DILAKUKAN?

Tes golongan darah tidak memerlukan persiapan khusus bagi penderitanya. Tes golongan darah termasuk salah satu tes yang mudah, cepat, dan memiliki risiko yang cukup ringan. Risiko atau efek samping yang dapat terjadi selama prosedur tes golongan darah adalah perdarahan, kemerahan / bengkak, dan infeksi lokal pada lokasi pengambilan darah. Secara garis besar berikut adalah langkah-langkah yang ditempuh selama menjalani tes golongan darah:

  1. Dokter akan menjelaskan prosedur dan kemudian mengambil sedikit darah Anda dari pembuluh darah di bagian ujung jari atau dari pembuluh darah di bagian lengan.
  2. Darah kemudian akan dicampur dengan antibodi yang akan bereaksi dengan golongan darah tipe A dan tipe B. Reaksi dikatakan positif bila terjadi penggumpalan dari darah yang tercampur.
  3. Setelah itu darah juga akan diproses dan kemudian dicampur dengan antibodi Rhesus yang bila terjadi penggumpalan maka darah tersebut disebut sebagai Rhesus positif.
  4. Dokter akan menginformasikan hasil tes golongan darah dan merekomendasikan tipe golongan darah yang mana yang sesuai dan aman bila Anda berencana melakukan transfusi darah dalam waktu dekat.
Read more