penyakit tagged posts

Fakta Mengenai Trypophobia

Pernahkah Anda merasakan kulit Anda merinding saat melihat sarang madu atau bunga lotus? Jika demikian, Anda mungkin memiliki kondisi aneh yang disebut trypophobia: rasa takut akan sekelompok lubang kecil, benjolan, atau pola lainnya.

Kondisi ini menghasilkan perasaan jijik dan juga dapat menyebabkan Anda ketakutan, kecemasan, gatal-gatal pada kulit, dan gejala lainnya. 

Sebuah penelitian telah mengungkapkan bahwa orang-orang yang merasa sangat cemas melihat gelembung pada kopi mereka menderita fobia aneh yang dikenal sebagai Trypophobia. Hal tersebut memiliki eksistensi yang kuat pada orang-orang di seluruh dunia dan banyak orang takut pada hal-hal berbentuk bulat, seperti lepuhan. Hal ini terjadi karena sebagian besar penyakit menular diketahui disebabkan oleh bakteri atau virus bulat. Dan gejala-gejala penyakit ini muncul di berbagai penyakit seperti cacar air, campak, kurap dan dalam bentuk lepuh bulat. Hal ini membuat benda-benda bulat dan bernoda tampak menyeramkan bagi manusia secara umum.  

Berikut beberapa fakta tentang Trypophobia yang perlu Anda ketahui:

  1. Beberapa dokter dan spesialis masih percaya bahwa tidak ada rasa takut akan lubang. Meskipun, banyak orang di seluruh dunia mengklaim bahwa mereka menderita trypophobia.
  2. Orang yang menderita fobia ini cenderung merasa mual saat melihat lubang atau lepuhan berkerumun. Banyak orang yang telah mendiagnosis diri mereka sendiri dengan trypophobia dan membuat halaman dan kelompok terpisah untuk mendiskusikan gejala-gejala yang mereka miliki dengan orang yang sama.
  3. Gejala trypophobia termasuk ketidaknyamanan yang kuat dan gatal saat melihat sesuatu dengan sekelompok lubang atau lepuh. Polong biji teratai, spons, sarang lebah, dapat memicu gejala pada Anda yang menderita fobia ini.
  4. Tidak ada tes diagnostik untuk mendeteksi trypophobia. Anda dapat mendiagnosis fobia ini hanya dengan menganalisis reaksi Anda ketika melihat gambar atau bentuk dengan banyak lubang seperti lepuhan.
  5. Penderita trypophobia dapat menjalani hidup normal seperti halnya orang lain.  Namun, mereka tidak dapat melakukan kontak dengan apa pun yang memiliki banyak lubang di dalamnya. Bahkan melihat gambar seperti itu dapat membuat Anda yang memiliki trypophobia mengalami serangan panik.  
  6. Menurut penelitian, trypophobia bisa menjadi versi berlebihan dari respons alami Anda terhadap tanda atau isyarat parasit atau penyakit yang ingin Anda hindari.

Apabila Anda berharap untuk mengetahui apakah Anda menderita trypophobia, ada banyak gambar, artikel, dan video yang didedikasikan untuk subjek fobia ini. Bahkan Anda juga dapat melakukan tes yang mengukur apakah Anda memiliki trypophobia atau tidak.

Untuk saat ini tidak ada obat resmi, yang direkomendasikan atau perawatan untuk trypophobia. Oleh karena itu, untuk mengatasi trypophobia, masih digunakan media standard yang bekerja untuk fobia standar, seperti terapi paparan dan terapi perilaku kognitif.

Read more

Batuk Anak: Penyebab dan Cara Penanganannya

Ketika anak Anda batuk, tubuh sebenarnya sedang melakukan tugas pertahanannya. Hal ini disebabkan karena batuk adalah refleks yang dilakukan untuk membersihkan cairan dari tenggorokan dan dada. Ini terjadi ketika ujung saraf di saluran udara mengalami gangguan atau infeksi terganggu.

Batuk juga merupakan salah satu gejala yang sering terjadi pada anak dari pilek dan infeksi virus lainnya, termasuk flu. Perhatikan pengobatan yang dipilih jika batuk anak disebabkan oleh virus. Sebab, antibiotik tidak akan mampu melumpuhkannya. Infeksi virus akan diatasi oleh sistem kekebalan tubuh dengan sendirinya.

Penyebab Batuk
Penyebab batuk dapat sangat beragam. Anda dapat menanyakan beberapa pertanyaan pada diri Anda untuk menyimpulkan penyebab batuk pada di kecil, di antaranya


1. Apakah Anak Anda Menunjukkan Gejala Lain?
Batuk yang datang dengan hidung meler dan bersin bisa menandakan anak mengalami pilek. Sedangkan jika diikuti oleh gejala-gejala lain seperti nyeri tubuh dan demam, bisa diperkirakan anak mengalami flu.

2. Kapan Mulai Batuk?
Batuk karena alergi lebih mungkin terjadi pada masa-masa pergantian musim. Perhatikan juga aktivitas dan kegiatan anak-anak, apakah ia bermain di area yang berdebu, kotor, dan banyak asap?

3. Bagaimana Batuk yang Terdengar?
Alergi dan infeksi virus biasanya akan menyebabkan batuk yang menggonggong. Berbeda dengan batuk rejan (pertusis) yang menimbulkan suara yang terdengar seperti “hoop!” Jika anak Anda mengalami batuk rejan, segera hubungi dokter. Selain itu, batuk yang juga perlu ditangani segera oleh dokter adalah batuk dengan suara siulan bernada tinggi karena menandakan pneumonia atau asma.

Bagaimana Jika Batuk Tidak Mereda?
Saat batuk tidak kunjung mereda, segera lakukan pemeriksaan pada dokter. Setidaknya apabila batuk anak sudah terjadi selama 3-4 minggu, segera periksakan ke dokter sebab batuk anak akan dianggap kronis jika berlangsung lebih dari 4 minggu. Berbeda dengan batuk dewasa, yang baru dianggap kronis jika terjadi 8 minggu atau lebih.

Cara Terbaik Mengobati Batuk Dari Pilek atau Flu
Tanyakan kepada dokter Anda sebelum memberikan obat batuk kepada anak. Jangan berikan obat batuk yang dijual bebas kepada anak-anak dengan usia kurang dari 4 tahun. Obat batuk khusus anak yang dijual bebas pun tidak diperuntukkan untuk anak usia di bawah 4 tahun. Pasalnya, obat-obatan ini dapat memiliki efek samping yang serius, seperti mengakibatkan tekanan darah tinggi dan kejang.

Pengobatan Rumahan Batuk

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan batuk yang disebabkan oleh virus, tetapi perawatan tepat dapat meredakan gejala yang mengganggu. Berikut beberapa solusi rumahan yang patut untuk dicoba:

  1. Uap Hangat

Anda dapat membuat ruang uap Anda sendiri. Caranya, tutup pintu kamar mandi Anda dan jalankan air panas di kamar mandi selama beberapa menit sampai kabut tampak di cermin. Temani anak untuk berada di dalam beberapa saat untuk menghirup uap hangat. Uap ini dapat membantu melegakan hidung tersumbat anak Anda.

  1. Beri Kelembapan

Letakkan humidifier dalam kamar anak Anda untuk menambah kelembapan udara. Dengan begitu, saluran pernapasan anak dapat menjadi lebih lancar dan batuk mereda.

  1. Perbanyak Asupan Cairan

Beri anak banyak minuman seperti air atau jus untuk mengencerkan lendir di tenggorokannya. Dengan begitu, anak akan lebih mudah untuk batuk dan mengeluarkan dahak.

  1. Berikan Obat Batuk

Untuk anak-anak di atas usia 5 tahun, obat batuk dan permen tenggorokan dapat meredakan sakit tenggorokan akibat batuk.

Dengan melakukan cara-cara di atas, batuk si kecil perlahan akan mereda sehingga tidur dan aktivitas anak menjadi tidak terganggu. Namun, Anda tetap harus menghubungi dokter jika batuk semakin parah diiringi gejala lain, seperti

  • Susah minum atau makan
  • Membuat suara rejan ketika dia bernapas
  • Demam tinggi
  • Suara mengi saat bernapas
  • Batuk yang bertahan lebih dari sebulan

Selain itu, segera cari bantuan darurat jika anak Anda mengalami

  • Batuk darah
  • Warna bibir, wajah, atau lidah membiru
  • Kesulitan bernapas
Read more

Wajib Tahu, Ini Dia Cara Perawatan HIV Sebagai Tindak Pencegahan

Meskipun obat untuk menyembuhkan HIV masih belum ditemukan, bukan berarti para pengidap HIV akan kehilangan harapan untuk dapat hidup dengan normal. Pasalnya, apabila dapat konsisten dan disiplin menjalani perawatan yang tepat, pengidap HIV dapat hidup berdampingan dengan orang-orang pada umumnya. Namun dengan catatan, para pengidap HIV harus taat dalam minum obat HIV setiap hari sesuai dengan ketentuan dokter sehingga tubuhnya dapat bekerja dengan baik untuk mempertahankan viral load yang tak terdeteksi secara efektif. Selain itu, pengidap juga harus memahami risiko penularan HIV secara seksual ke pasangan HIV-negatifnya. Aturan-aturan ini dapat dikatakan sebagai mekanisme pengobatan sekaligus pencegahan dari penularan virus itu sendiri.

Perawatan HIV Sebagai Langkah Pencegahan

Sebuah penelitian besar pada obat HIV terkini menunjukkan bahwa pengobatan dapat menjadi langkah pencegahan. Studi-studi ini memantau ribuan pasangan pria-wanita dan pria-pria di mana satu pasangan memiliki HIV dan yang lainnya tidak selama beberapa tahun. Tidak ada transmisi HIV yang terdeteksi ketika pengobatan HIV-positif dilakukan pada penekanan viral load. Ini menunjukkan bahwa jika Anda menjaga viral load tidak terdeteksi, secara efektif tidak ada risiko penularan HIV kepada pasangan meskipun dengan melakukan hubungan seks vaginal, anal, atau oral.

Patuhi Aturan Obat HIV agar Tetap Sehat dan Mencegah Penularan

Jika Anda memiliki HIV atau mengenal orang dengan HIV, penting untuk segera memulai terapi antiretroviral atau ART setelah dokter menyatakan diagnosis positif HIV. Jangan sepelekan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Pasalnya, obat-obatan yang diberikan setiap hari, berguna untuk mengurangi jumlah HIV dalam darah (viral load) ke tingkat yang sangat rendah. Upaya penekanan virus ini dilakukan untuk dapat membantu Anda agar tetap sehat dan mencegah penyakit.

Dalam hal ini, viral load akan dinyatakan sangat rendah saat tidak muncul dalam tes laboratorium standar. Kondisi ini disebut memiliki viral load yang tidak terdeteksi. Para pengidap HIV dapat menurunkan atau mempertahankan viral load menjadi tidak terdeteksi dengan mengonsumsi obat HIV setiap hari, persis seperti yang ditentukan oleh dokter. Biasanya kondisi ini dapat dicapai dalam 6 bulan setelah memulai pengobatan. Dengan begitu, pengidap dapat hidup sehat dan bertahan jauh lebih lama.

Manfaat lain dari penekanan viral load ini adalah para pengidap yang rutin dan konsisten minum obat HIV setiap hari seperti yang ditentukan tidak memiliki risiko penularan HIV secara seksual ke pasangan HIV-negatifnya. Ini merupakan langkah yang disebut pengobatan sebagai langkah pencegahan, yaitu penggunaan obat HIV untuk mencegah penularan HIV secara seksual.

Penekanan viral load ini sangat penting untuk diperhatikan oleh para pengidap karena dapat memberikan manfaat, diantaranya untuk mengurangi risiko penularan HIV ibu-ke-anak dari kehamilan, persalinan, dan menyusui. Jika seorang wanita yang hidup dengan HIV dapat konsisten mengonsumsi obat HIV seperti yang ditentukan selama kehamilan, persalinan, dan menyusui, ditambah dengan pemberian obat HIV kepada bayinya selama 4-6 minggu setelah dilahirkan, risiko penularan dari kehamilan, persalinan, dan persalinan dapat dikurangi.

Konsultasikan dengan Dokter HIV Anda

Bicaralah dengan dokter Anda tentang manfaat pengobatan HIV dan obat HIV mana yang tepat untuk Anda. Diskusikan seberapa sering Anda harus memeriksakan viral load Anda untuk memastikan viral load tetap tidak terdeteksi.

Namun, apabila hasil laboratorium Anda menunjukkan bahwa virus tersebut dapat dideteksi atau jika Anda mengalami kesulitan mengonsumsi setiap dosis obat yang diresepkan, Anda masih dapat melindungi pasangan dari penularan HIV dengan menggunakan metode lain untuk mencegah penularan HIV secara seksual. Beberapa cara di antaranya adalah dengan menggunakan kondom, melakukan hubungan seks yang lebih aman, dan/atau pemberian pre-exposure prophylaxi (PrPP) untuk pasangan yang HIV-negatif sampai viral load Anda tidak terdeteksi lagi.


Bicarakan dengan Pasangan Anda

Pengobatan sebagai upaya pencegahan dapat dilakukan sendiri atau bersama dengan pasangan untuk memaksimalkan pengamanan. Itulah sebabnya, penting bagi Anda untuk membicarakan tentang status HIV Anda dengan pasangan seksual. Selanjutnya, putuskan bersama metode pencegahan mana yang akan dilakukan demi kebaikan bersama. Itulah beberapa hal penting seputar upaya pengobatan yang juga dapat menjadi cara pencegahan penularan HIV. Semoga informasi ini bermanfaat, khususnya bagi Anda para pengidap atau hidup bersama pengidap.

Read more

Sebelum Kembali Sekolah, Pahami Pemulihan Flu dan Pilek pada Anak

Saat anak terserang pilek atau flu, para orangtua tentu ingin si kecil pulih seutuhnya sebelum kembali beraktivitas di sekolah. Sayangnya, pemulihan untuk infeksi virus ini terkadang cukup rumit. Meskipun flu dan pilek adalah penyakit biasa, ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan dalam penyembuhan dan pemulihannya sebelum akhirnya si kecil dapat kembali bersekolah.

Secara umum, flu dan pilek dapat sembuh setelah 7-10 hari sejak gejala pertama kali dirasakan. Namun, durasi ini dapat berubah tergantung pada keparahan dan banyak gejala lain yang dirasakan anak.

Jadi, kapan anak Anda dapat dinyatakan benar-benar sembuh dan pulih agar bisa kembali bermain dan bersekolah? Panduan ini dapat membantu Anda memutuskannya.

Kapan Anak Dapat Kembali ke Sekolah Setelah Flu dan Pilek?

Secara umum, anak-anak dapat segera kembali ke rutinitas mereka yang biasa jika demam tidak lebih dari 37 derajat dan tidak mengalami muntah atau diare selama 24 jam. Akan tetapi, Anda harus memastikan bahwa si kecil pulih tanpa bantuan obat penurun gejala. Pasalnya, pemberian obat dapat menghilangkan gejala tanpa membunuh virus itu sendiri.

Selain itu, sebelum menyuruhnya kembali bermain dan sekolah, pastikan anak Anda sudah mendapatkan asupan minum dan buang air kecil dalam jumlah normal. Hal ini penting untuk mengetahui bahwa ia sudah terhidrasi dengan baik. Perhatikan pula gejala lain, seperti batuk, dapat dikendalikan sehingga tidak mengalihkan perhatiannya dari kelas.

Meskipun begitu, jangan sepelekan insting Anda sebagai orangtua. Jika Anda melihatnya masih belum seutuhnya pulih, biarkan ia beristirahat lagi di rumah hingga Anda benar-benar yakin.

Kapan Anak Dapat Bermain Bersama Teman-Temannya?
Flu pada anak-anak sangat mudah menular, meskipun saat baru terinfeksi atau saat masa penyembuhan. Itulah sebabnya, pastikan anak Anda benar-benar dalam keadaan sembuh dan pulih sebelum kembali bermain dengan teman-temannya. Tambahkan waktu istirahat dari bermain dengan teman selama 5-7 hari agar tidak menularkan virusnya. Tambahkan waktu istirahat jika anak Anda tampak memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala pilek biasanya muncul 1 hingga 3 hari setelah anak Anda terinfeksi virus. Hari-hari pertama munculnya gejala pilek, batuk, dan bersin adalah saat yang paling mungkin untuk menularkan virus pada anak lain. Meskipun begitu, Anda tetap perlu menjauhkannya dari teman-temannya selama 4-5 hari setelah itu, karena faktanya, virus pilek dan flu dapat bertahan hingga 3 minggu. Maka, berhati-hatilah membiarkan anak yang sedang flu atau pilek berada di sekitar bayi dan anak-anak yang lebih kecil.

Kapan Anak Dapat Kembali Berolahraga?
Kebanyakan anak-anak dan remaja yang terkena pilek dan flu ingin segera kembali beraktivitas seperti biasa, khususnya mereka yang sangat aktif dengan kegiatan fisik seperti olahraga. Sayangnya, mereka tidak dapat melakukannya dengan tubuh yang demam. Apalagi berlari atau bermain dapat memperburuk gejala seperti batuk.

Untuk dapat kembali pada aktivitas fisik seperti olahraga, anak Anda harus benar-benar bebas dari gejala selama sekitar 48-72 jam. Ia juga harus makan dan minum dengan cukup baik sehingga memiliki energi yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas fisik berat.

Kapan Anak Dapat Menginap Bersama Teman-Teman?
Tidak hanya aktivitas fisik seperti olahraga yang perlu ditunda sementara, kegiatan santai seperti menginap dengan teman-teman juga perlu Anda batasi. Sebab, menginap bersama teman akan menghabiskan waktu istirahat untuk bermain hingga tidur larut. Selain itu, yang terpenting, Anda tentu tidak ingin anak Anda berada dekat dengan teman-temannya selama berjam-jam dan menyebarkan virus ke anak-anak lain.
           

Itulah beberapa hal yang perlu Anda pahami saat masa pemulihan flu dan pilek pada anak. Jika ragu apakah anak Anda masih sakit atau sudah cukup sehat, pastikan untuk selalu percaya pada perasaan Anda. Menghadapi virus flu memang tidak sesulit itu. Namun, Anda pemulihannya juga membutuhkan waktu agar virus penyebab pilek atau flu benar-benar lenyap. Ingat, beberapa virus mampu bertahan lebih lama dari yang lain.

Read more