peserta BPJS tagged posts

Berdasarkan Program, Ini Besaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Bekerja dengan profesi apapun dan di manapun pastinya memiliki risiko tersendiri. Setidaknya, ada kemungkinan Anda tidak bisa lagi memperoleh penghasilan akibat tidak lagi bekerja karena masa pensiun ataupun kondisi kesehatan yang tidak memadai. Memiliki jaminan ketenagakerjaan menjadi salah satu solusi yang dapat Anda persiapkan untuk menyambut masa-masa tidak menyenangkan tersebut.

Di Indonesia, negara memiliki lembaga yang mengelola dana pertanggungan untuk para pekerja selepas masa pensiun maupun untuk mengurusi kecelakaan ataupun kondisi yang tidak diinginkan. Cukup dengan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan, Jamsostek yang kini sudah berubah nama menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyediakan pertanggungan untuk kondisi-kondisi selepas Anda bekerja.

Tentunya Anda bisa menikmati berbagai santunan dari program BPJS Ketenagkerjaan asalkan rajin membayar iuran. Berikut ini adalah iuran BPJS Ketenakerjaan yang mesti rutin Anda bayarkan tiap bulannya berdasarkan keempat program yang dimiliki lembaga negara ini.

  1. Iuran Jaminan Hari Tua

Jaminan Hari Tua merupakan program BPJS Ketenagkerjaan yang menyediakan layanan tabungan yang bisa diambil selepas Anda tidak bekerja lagi. Bentuk manfaat dari Jaminan Hari Tua adalah uang tunai yang merupakan akumulasi dari total nilai iuran BPJS Ketenagakerjaan Anda ditambah dengan bunga yang lebih tinggi dibandingkan tingkat bunga deposito. Asal tahu saja dalam periode tahun 2012—2016, tingkat rata-rata bunga tahunan untuk Jaminan Hari Tua mencapai 8,48%.

Bagi pekerja penerima upah, iuran yang mesti dibayar untuk mengikuti program ini sebesar 5,7 persen dari total upah yang dilaporkan. Di mana pekerja berkewajiban membayar 2 persen, sementara 3,7 persen ditanggung oleh pemberi kerja. Sementar itu bagi pekerja bukan penerima upah, iuran yang mesti dibayar sebesar 2 persen dari total pendapatan yang dilaporkan. Program ini juga bisa diikuti pekerja migran dengan pilihan iuran dari Rp105.000 sampai Rp600.000 per bulan.

  • Iuran Jaminan Pensiun

Jaminan Pensiun merupakan program BPJS Kesehatan yang hanya bisa diikuti oleh pekerja pemberi upah. Untuk mengikuti program jaminan ini, nilai iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar 3 persen dari upah yang dilaporkan. Dari jumlah tersebut, pekerja diwajibakan membayar 1 persen dan sisanya dibayarkan oleh perusahaan pemberi kerja.

Jaminan Pensiun menyediakan manfaat berupa uang tunai yang dibayarkan kepada peserta secara berkala hingga 15 tahun dari saat memasuki usia pensiun sampai peserta meninggal dunia. Dari program ini, nantinya para pensiunan berhak mendapatkan dana per bulan maksimal 40 persen dari upah yang diterimanya ketika masih bekerja.

  • Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja

Program yang satu ini bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, pekerja migran, serta pekerja proyek. Untuk pekerja penerima upah, iuran BPJS Ketenagakerjaan yang mesti dibayar untuk Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar 0,24—1,74 persen dari upah yang dilaporkan. Sementara itu bagi pekerja bukan penerima upah, iurannya sebesar  1 persen dari upah yang dikaporkan. Lalu untuk pekerja proyek, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja mulai 0,21% dari nilai proyek. Terakhir untuk pekerja migran, besaran iurannya senilai Rp370.000 di mana sudah termasuk iuran untuk program Jaminan Kematian juga.

Dengan mengikuti program ini, Anda berhak menerima manfaat pertanggungan perawatan medis tanpa batas sesuai dengan kebutunan jika mengalami kecelakaan ketika bekerja. Bahkan Anda juga bisa tetap menerima santunan senilai besaran upah selama 12 bulan selama Anda sakit. Jika sakit terus berlanjut lebih dari setahun, nilai santunan berkurang menjadi 50 persen dari upah yang biasa Anda terima.

  • Iuran Jaminan Kematian

Jaminan Kematian juga merupakan program BPJS Kesehatan yang bisa diikuti oleh pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, pekerja migran, serta pekerja proyek. Besaran iuran program ini untuk pekerja penerima upah sebanyak 0,3% dari upah yang dilaporkan dan ditanggung perusahaan. Lalu untuk pekerja bukan penerima upah, besaran iuran senilai Rp6.800. Untuk pekerja proyek, iuran Jaminan Kematian ditetapkan mulai 0,21 persen dari nilai proyek. Sementara untuk pekerja migran, nilai iurannya sudah digabung dengan Jaminan Kecelakaan Kerja senilai Rp370.000.

Dengan mengikuti program ini, Anda berhak menerima manfaat untuk biaya kematian sampai santunan kepada ahli waris. Total nilai manfaat Jaminan Kematian yang bisa diberikan kepada peserta program ini sebesar Rp42 juta.

Sekarang sudah tidak bingung lagi bukan mengenai besaran iuran BPJS Kesehatan? Dengan iuran yang lumayan terjangkau, nyataya manfaat yang bisa diterima nantinya cukup banyak dan menguntungkan.

Read more