Roseola tagged posts

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Penyakit Roseola

Roseola adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini muncul sebagai demam namun disertai dengan ruam pada kulit. Infeksi ini biasanya tidak parah dan menyerang anak-anak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Roseola merupakan penyakit yang umum dijumpai, dan kebanyakan anak sudah pernah menderita roseola sebelum mereka masuk usia taman kanak-kanak. Dua jenis strain virus herpes menyebabkan roseola. Beberapa anak akan menderita roseola ringan dan tidak akan menunjukkan adanya indikasi sakit. Namun dalam beberapa kasus tertentu, anak dapat menderita beragam dan gejala tanda penyakit ini. Untungnya, roseola bukan penyakit yang perlu ditakuti. Sangat jarang kasus demam tinggi roseola menyebabkan komplikasi.

Gejala penyakit roseola

Gejala-gejala roseola yang paling sering dijumpai adalah demam tinggi tiba-tiba yang diikuti munculnya ruam-ruam pada kulit. Demam dianggap tinggi apabila suhu tubuh anak berkisar antara 38 hingga 40 derajat Celsius. Demam tersebut biasanya akan bertahan selama 3 hingga 7 hari, dengan ruam akan muncul setelah demam reda (dalam 12 hingga 24 jam). Ruam kulit tersebut memiliki warna merah muda dan bertekstur rata atau timbul. Ruam biasanya akan muncul pertama kali di perut, sebelum menyebar ke wajah, lengan, dan kaki. Kemunculan ruam tersebut merupakan tanda bahwa virus sebentar lagi akan mati. Gejala-gejala lain roseola di antaranya adalah rasa tidak nyaman, pembengkakan kelopak mata, sakit telinga, menurunnya nafsu makan, kelenjar yang bengkak, diare ringan, dan radang tenggorokan atau batuk ringan. Saat anak terpapar virus, akan membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 15 hari sebelum gejala-gejala tersebut muncul. Dalam beberapa kasus, anak tidak akan menunjukkan adanya tanda-tanda penyakit roseola yang berarti.

Perbedaan roseola dan campak

Banyak orang salah mengira bahwa ruam kulit roseola dianggap sebagai ruam kulit akibat campak.Padahal, kedua jenis ruam tersebut sangatlah berbeda. Ruam campak berwarna merah atau coklat kemerahan, dan akan muncul pertama kali di wajah dan menjalar menyebar ke bagian tubuh lain. Sementara itu, ruam roseola berwarna merah muda dan akan muncul pertama kali di perut sebelum menyebar ke bagian tubuh lain seperti wajah dan lengan. Anak-anak dengan penyakit roseola akan merasa lebih sehat saat ruam mulai muncul. Berbeda dengan anak dengan campak, biasanya mereka masih sakit saat memiliki ruam.

Penyebab roseola pada bayi dan dewasa

Umumnya roseola disebabkan karena paparan terhadap virus herpes manusia (HHV) tipe 6 atau HHV tipe 7. Sama halnya seperti virus lain, roseola menyebar melalui droplet cairan kecil saat seseorang batuk, berbicara, atau bersin. Masa inkubasi roseola adalah 14 hari. Ini berarti anak-anak yang menderita roseola, namun belum menunjukkan tanda-tanda apapun dapat dengan mudah menyebarkan infeksi ini ke orang lain. Selain itu, meskipun jarang ditemukan, orang dewasa masih dapat terkena roseola apabila mereka belum pernah menderita penyakit ini sebelumnya. Pada orang dewasa, penyakit ini lebih ringan, namun mereka masih dapat menularkannya pada anak-anak.

Anak-anak dengan roseola umumnya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari tanpa perlu adanya perawatan medis khusus. Pada beberapa kasus, roseola dapat menyebabkan kejang febrile. Dan dalam kasus yang langka, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti encephalitis, meningitis, hepatitis, dan pneumonia. Kebanyakan anak-anak juga akan mengembangkan antibodi terhadap roseola saat mereka menginjak usia sekolah, sehingga mereka akan kebal terhadap penyakit ini.

Read more