Virus Corona tagged posts

Ini Mitos dan Hoax Mengenai Virus Corona

mitos fakta virus corona

Kabar hoaks gencar beredar di dunia maya setelah wabah virus corona menjalar ke Indonesia, total hingga kini terdapat puluhan penderita yang sudah menjadi korban terdampak virus ini. Mitos virus corona membuat masyarakat menjadi panik dan was-was, alih-alih dapat sembuh dan tercegah dari dampak virus ini, masyarakat justru akan keblinger karena berita sesat tersebut.

Terdapat beberapa mitos mengenai virus corona yang menyesatkan masyarakat, bahkan hingga kini sudah disebarluaskan melalui media sosial. Hal ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan prespektif yang salah di masyarakat luas. Berikut ini beberapa mitos mengenai virus corona yang perlu diketahui bersama.

Mitos Virus Corona

  • Bawang Putih

Masyarakat pengguna media sosial digemparkan dengan kabar yang menyebutkan bahwa penggunaan bawang putih sangat direkomendasikan untuk menangkal virus tersebut. Tak hanya itu, bawang putih disebut efekif dalam mengatasi penyebaran serta membuat tubuh mampu mencegah terinfeksi virus corona.

Fakta virus corona dengan pengobatan menggunakan bawang putih tidak menimbulkan bahaya jika digunakan selama sesuai dengan aturan medis. Bawang putih memiliki sifat anti mikroba, namun bawang putih juga bisa memberikan dampak bahaya jika dikonsumsi secara berlebih. Untuk penanganan virus corona, belum ada hasil penelitian yang menyebutkan.

  • Konsumsi Air Putih

Konsumsi air putih selama 15 menit sekali direkomendasikan oleh seorang dokter yang berasal dari Jepang. Dokter tersebut menegaskan bahwa mengonsumsi air putih selama 15 menit sekali bisa membuat tubuh mencegah timbulnya virus melalui mulut. Meski belum ada bukti, rekomendasi ini sudah dibagikan ke beberapa negara.

Virus yang beredar di udara dapat masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan saat manusia bernapas, beberapa di antaranya mungkin akan masuk ke mulut. Namun, ketika seseorang minum air sebanyak apa pun tetap tidak akan mencegah virus masuk ke tubuh dan bahkan mengurangi virus yang sebelumnya sudah masuk.

  • Mengonsumsi Air Panas

Kabar ini bagikan oleh masyarakat Thailand yang mengunggah informasi ke media sosial Twitter, isinya menyebutkan bahwa konsumsi air dalam keadaan panas dan mandi menggunakan air panas mampu mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi saluran pernapasan manusia pada saat itu.

Menanggapi hal itu, UNICEF bahkan memberikan respons melalui salah satu pejabat resmi, Charlotte Gornitzka. Ia menegaskan bahwa informasi terkait minum air panas hingga dilarang mengonsumsi air dingin hingga es krim yang dikeluarkan oleh UNICEF adalah informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

Selain itu, membiarkan diri terkena sinar matahari agar terhindar dari virus corona juga sangat tidak efektif untuk dilakukan. Di luar tubuh manusia membutuhkan suhu sekitar 60 derajat celcius untuk dapat membunuh virus, angka tersebut tentu sangat jauh dibandingkan suhu air panas yang dikonsumsi atau yang terdapat di sauna.

  • Hand Sanitizer

Telah banyak diterapkan di berbagai tempat, mulai dari pusat keramaian hingga kantor, ternyata penggunaan gel sanitiser untuk tangan kurang efektif dalam menangkal virus dan bakteri. Mencuci tangan merupakan cara utama guna mencegah penyebaran virus. Meski demikian, keadaan sanitiser di beberapa negara sudah langka.

Hal itu membuat orang membuat sanitiser secara alami dan caranya sudah beredar di media sosial, namun ternyata informasi mengenai sanitiser buatan ini salah satu mitos virus corona dan lebih cocok sebagai desinfektan untuk membersihkan permukaan benda. Sebaliknya, resep tersebut ternyata tidak cocok digunakan untuk kulit manusia.

Read more